Lukisan “Living In The Box” Karya Popok Tri Wahyudi

Living In The Box - Popok Tri Wahyudi
0 2.222

Lukisan “Living In The Box” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Popok Tri Wahyudi.

Living In The Box – Popok Tri Wahyudi
  • Pelukis : Popok Tri Wahyudi
  • Judul : “Living In The Box”
  • Tahun : 1995
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 100 cm x 100 cm

Deskripsi Lukisan “Living In The Box”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya pop-art, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik  di atas kanvas. Popok mengemukakan bahwa karya-karyanya lahir dari opini dirinya tentang lingkungan dimana ia tinggal, berpikir dan berjalan dengan kebebasan di sekitarnya. Sehingga karya-karya Popok merupakan bentuk kritisisme terhadap peristiwa-peristiwa sosial-politik pasca reformasi. Dalam lukisan ini mungkin pelukis menggambarkan tentang batasan-batasan norma kehidupan yang harus diikuti oleh setiap manusia. 

Latar Belakang

Popok Tri Wahyudi, Lahir 10 April 1973 di Mojokerto, ia belajar di Institut Seni Indonesia (1992 – 2001). Popok adalah pendiri dan anggota kelompok seniman asal Yogyakarta Apotik Komik (1997-2006) yang pernah aktif mengerjakan proyek-proyek di ruang publik, termasuk mural urban, sebagai suatu aksi penyadaran. Karya-karya Popok banyak berbasis pada bahasa rupa figuratif, dengan narasi-narasi yang ia ciptakan sendiri untuk menyimbolkan situasi sosial di sekitarnya. Semenjak 1990-an, Popok telah melangsungkan beberapa pameran tunggal antara lain, Bergerak, di Annexe Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia (2009) dan There Are No New Messages To Day, di Esplanade, Singapore (2008), selain berpartisipasi di berbagai pameran kelompok di dalam dan luar negeri, antara lain: Cannot be Bo(A)rdered, Paris Urban Art Fair 2017, Espace Commines Paris, Perancis (2017) dan Concept Context Contestation, Bangkok Art and Cultural Centre, Bangkok, Thailand (2013).

Teknik Dan Konsep Karya

Karya-karya Popok Triwahyudi sangat kental dengan karya-karya lukisan dan mural dengan kecenderungan penggambaran komikal dan ilustratif. Maka karya-karyanya selalu terlihat naratif, atau selalu ada semacam panggung teater. Ada tokoh-tokoh dengan berbagai peran. Subjek-subjek karya Popok banyak berkaitan dengan situasi sosial-politik, terutama sejak gerakan-gerakan reformasi berlangsung. Hingga saat ini, karya-karya popok selalu menghadirkan fragmen seputar ketegangan-ketegangan, seperti perseteruan, kekerasan, ketidak-adilan, kekisruhan, dan seterusnya.

Ciri khas karya-karya Popok adalah menggunakan kanvas berukuran besar, muncul sosok-sosok anonim dan tak dikenal dengan menggunakan simbol-simbol yang dikenali, seperti dari pakaian maupun atribut yang dikenakannya. Penerapan warna-warna  yang kuat, garis-garis outline yang keras. Unsur ini digabung dengan subjek-subjeknya sehingga karyanya menciptakan ironi-ironi yang tajam. Karya-karya Popok memiliki kualitas tersendiri dengan karakternya, sehingga ia bisa dikatakan salah satu

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/popok-tri-wahyudi/page:2 http://www.galerisemarang.com/exdetails.php?ex=100
Comments
Loading...