Lukisan “Macan Ali” Karya Kusdono

Macan Ali - Kusdono
0 6.421

Lukisan “Macan Ali” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Kusdono.

Macan Ali – Kusdono
  • Pelukis : Kusdono
  • Judul : “Macan Ali”
  • Tahun : 2017
  • Media : Oil on Glass
  • Ukuran : 20 cm x 30 cm

Deskripsi Lukisan “Macan Ali”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya dekoratif, tradisional. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kaca. Singha Barwang atau biasa disebut Macan Ali, lukisan kaligrafi berbentuk macan yang menjadi lambang kebesaran Kerajaan atau Kasultanan Cirebon.  Kaligrafi bertuliskan kalimat syahadat itu merujuk kepada kepahlawanan Sayidina Ali dalam memperjuangkan agama Islam.

Narasi lukisan Kusdono umumnya merupakan suatu penggambaran antara baik dan buruk, hukuman dan kejahatan, angkara dan samadi, dalam pola dan motif yang berasal dari kisah-kisah legenda dan pewayangan, dengan motif campuran antara Jawa-Hindu, Islam, dan China yang telah bertransformasi.

Karakteristik Karya

Pertumbuhan seni lukisan kaca kini terasa cukup lambat karena selain aneh, juga jarang orang yang bisa melakukannya. Barulah pada awal abad ke-17, seni ini muncul lagi dan akhirnya pada abad ke-19 mengalami pertumbuhan yang bagus.

Lukisan kaca berkembang pada saat agama Islam masuk ke Pulau Jawa. Pada zaman pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, lukisan kaca sangat terkenal sebagai media dakwah Islam yang berupa lukisan kaca kaligrafi dan berupa lukisan kaca wayang, lalu terpengaruh juga dengan gaya China.

Lukisan-lukisannya banyak dimiliki para kolektor antara lain Karna Tanding, Begawan Mintaraga, Anoman Obong, Aji Candrabirawa, Bima Suci, dan Kumbakarna Gugur. Salah satu lukisannya diberi nama Citra Indonesia terpampang di Museum Indonesia TMII. Karya-karya Rastika kini juga bisa dilihat di Museum Wayang, Jakarta.

Lukisan Kusdono bergaya dekoratif Klasik, tentu dengan tingkat kesulitan yang tinggi karena lukisan kaca Cirebon dilukis dengan teknik melukis terbalik, padat gradasi warna dan harmonisasi nuansa dekoratif serta menampilkan ornamen atau ragam hias motif mega mendung dan wadasan yang kita kenal sebagai motif batik Cirebon.

Tema Lukisan

Karya-karya Kusdono mengangkat tema seputar cerita rakyat, kisah pewayangan, situasi keseharian masyarakat Cirebon, dan simbol-simbol agung daerah itu, seperti Buroq (burung berkepala manusia).

Pada dasarnya, tema karya-karya Kusdono terbagi pada darat, langit, dan laut.

Teknik Lukisan

Teknik lukisan kaca tradisional terbilang rumit. Awalnya gambar dilukis dalam bentuk sketsa di kanvas, lalu ditempel di kaca dan diproses kembali gradasi pewarnaanya di kaca, dalam pewarnaan yang menggunakan cat merek kuda terbang.  Komposisinya biasa berupa 50% merah, 25% hijau dan biru, dan 25% warna lain, hitam sebagai warna dasar, putih dan emas warna terakhir. Setelah dirasa sempurna, lukisan diberi bedak/pupur untuk menjaga kelembapan lalu dibingkai. Sedangkan dalam lukisan kaca tiga dimensi, sketsanya dibagi tiga – depan, tengah, dan belakang, kemudian tiga gambar disatukan dan di setiap kaca terdapat ruang pemisah.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/kusdono-1 https://sarasvati.co.id/acara-seni/06/adakah-masa-depan-untuk-lukisan-kaca-cirebon/
Comments
Loading...