Lukisan “Mangkatnya Raja Airlangga” (Anak Agung Gede Sobrat)

Mangkatnya Raja Airlangga - Anak Agung Gede Sobrat
0 2.615
  • Pelukis : Anak Agung Gede Sobrat
  • Judul : “Mangkatnya Raja Airlangga”
  • Tahun : 1937 – 1992
  • Media : Oil Paint On Canvas
  • Ukuran : 64 cm x 74.5 cm

Deskripsi Lukisan Mangkatnya Raja Airlangga

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, naturalisme dengan gaya pita maha. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak diatas kanvas.

Lukisan ini menggambarkan kisah mangkat/wafatnya Raja Airlangga.

Airlangga adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009-1042 dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa.

Tidak diketahui dengan pasti kapan Airlangga meninggal. Prasasti Sumengka (1059) peninggalan Kerajaan Janggala hanya menyebutkan, Resi Aji Paduka Mpungku dimakamkan di tirtha atau pemandian. Kolam pemandian yang paling sesuai dengan berita prasasti Sumengka adalah Candi Belahan di lereng Gunung Penanggungan. Pada kolam tersebut ditemukan arca Wisnudisertai dua dewi. Berdasarkan prasasti Pucangan (1041) diketahui Airlangga adalah penganut Hindu Wisnu yang taat. Maka, ketiga patung tersebut dapat diperkirakan sebagai lambang Airlangga dengan dua istrinya, yaitu ibu Sri Samarawijaya dan ibu Mapanji Garasakan. (Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Airlangga).

Makna Lukisan

Sobrat adalah seniman Bali paling berbakat di masanya berdasarkan keterampilannya melukis, komposisi warna dan fleksibilitasnya.

Anak Agung Gede Sobrat dianggap membawa pembaharuan dan modernisasi dalam dunia seni Bali.

Sobrat belajar mengenai teknik melukis Barat dari Spies dan Bonnet. Sobrat banyak dipengaruhi – bahkan ada yang beranggapan meniru total – gaya Bonnet dalam hal warna, komposisi maupun teknik melukis manusia. Hal ini tampak jelas dalam lukisan-lukisannya yang bertema suasana pasar dan tari-tarian. Ia belajar seni potret dari Bonnet.

Ia banyak melukis dengan tema kehidupan di pasar, yang hampir sepenuhnya bergaya naturalis. Karya-karyanya sampai sekarang masih dijual di galeri-galeri dunia.

Pada awal karirnya, sebelum tahun 1930, Sobrat diproduksi terutama Wayang (gaya bayangan) lukisan. Beberapa karya-karya awalnya dapat ditemukan di Museum Puri Lukisan di Ubud, Bali, IndonesiaSobrat menghasilkan banyak potret, terutama putrinya.

Bonnet pernah menulis bahwa Anak Agung Gede Sobrat adalah artis paling berbakat di Bali. Karya-karyanya dapat ditemukan di beberapa museum di seluruh dunia: Museum Bali, Museum Puri Lukisan Ubud, Bali, Rijksmuseum voor Volkenkunde Leiden, dan Tropenmuseum Amsterdam. Di Bali, karya pra-perang dan modern itu dapat dilihat diMuseum Puri Lukisan.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/anak-agung-gde-sobrat https://artsandculture.google.com/
Comments
Loading...