Lukisan “Metis” Karya Krijono

Metis - Krijono
0 1.304

Lukisan “Metis” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Krijono.

Metis – Krijono
  • Pelukis : Krijono
  • Judul : “Metis”
  • Tahun : 2001
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 50 x 60 cm

Deskripsi Lukisan “Metis”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang metis yang dilukiskan dengan warna-warna cerah dan mewakili kepribadian sang perupa. 

Karya-karya Krijono lebih cenderung menjadi karya seni bergaya Bali. Krijono melukis dengan warna-warna “aneh” dan tidak biasa. Ketika perupa lain melukis dengan gaya biasa secara normal, namun Krijono melukis wajah-wajah figur serta objek-objek pada lukisannya dengan warna-warna yang tidak biasa dan disitulah letak keunikannya.

Metis (bahasa YunaniΜῆτις), Titan dalam mitologi Yunani, adalah ibu dari Athena. Metis mempunya arti “pemikiran” dan “kepandaian”. Dewi Metis dipercaya sebagai dewi yang sangat bijaksana dan pengetahuannya sama apabila pengetahuan semua dewa-dewi digabungkan.

Pada saat Metis mengandung Athena, Zeus memperdayanya sehingga Metis berubah menjadi serangga dan menelannya. Hal ini dilakukan Zeus karena ia percaya pada ramalan bahwa jika ia memiliki anak dengan Metis, anak mereka akan lebih kuat dan bijaksana. Zeus menelan Metis untuk mencegah kelahiran anak mereka. Kemudian Metis membuatkan baju perang dan topi pelindung untuk anaknya di dalam tubuh Zeus, yang menyebabkan Zeus menderita sakit kepala. Athena dilahirkan dari kepala Zeus dalam keadaan berbaju perang lengkap dengan topi pelindung. (Wikipedia)

Karakteristik Karya

Krijono lahir di Jakarta tanggal 11 Juli 1951, sedari kecil ia sudah mengenal dunia seni. Ayahnya seorang kolektor lukisan yang memiliki Harris Art Galery di Jakarta Selatan. Sedangkan Ibunya adalah seorang pengusaha yang memiliki pabrik batik. Jadi boleh dibilang darah seni memang sudah mengalir dalam keluarganya.

Media Lukisan Krijono

Pada tahun 1970 Krijono belajar di Akademi Seni Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Selesai itu ia melakukan perjalanan keluar negeri, seperti Jepang, Thailand, Australia, Belgia, dan Prancis.

Pada saat di Tokyo, ia mengadakan eksperimen dengan media termasuk batik, cat minyak, cat akrilik, dan bahkan ia menyatukan lukisan tradisional dan lukisan kimono sebagai kombinasi batik.

Setelah menggelar pameran batik di Eropa ia kembali ke Jakarta, dan untuk sementara waktu ia keluar dari dunia seni. Namun pada tahun 1980 ia kembali lagi kedunia seni dengan menggelar pameran tunggal yang menampilkan karya pertamanya bertema perempuan.

Permainan Warna Dalam Lukisan Krijono

Krijono sangat berbeda dengan pelukis lainnya, karena ia selalu menggunakan warna-warna cerah bahkan cenderung mencolok. Lukisannya senantiasa menggunakan warna tunggal yang juga memiliki tekstur dengan garis-garis tebal dari sapuan kuas yang spontan.

Mengenai penggunaan warna, Krijono merasa mampu memilih warna yang tepat dan menggunakannya untuk memenuhi karya ciptaannya. Dan ekstrimnya lagi, ia menolak mencampur warna untuk mendapatkan warna yang baru. Ia pernah berkata, “Aku seorang pelukis, bukan pencampur cat.”

Karya ekspresif dan flamboyannya telah dipamerkan ke seluruh dunia termasuk Italia dan Paris. Terlebih, ia juga ikut berpartisipasi dalam pameran solo dan pameran bersama di Indonesia, Singapore, Malaysia, dan Jepang.

Akhir Hayat Krijono

Ketika Krijono pindah ke Ubud, Bali, ia mengubah gayanya dan semakin kuat dalam ekspresinya serta full colour yang mencerminkan lingkungan dan peradaban Bali. Krijono meninggal dunia pada ahir November 2011 diusianya yang ke 60 tahun.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artwork/Metis/39134080393E83AE http://dqartgallery01.blogspot.com/2017/04/krijono-lahir-1951-keluarga-seniman-di.html?m=1
Comments
Loading...