Lukisan “Mirror #14” Karya Dipo Andy

Mirror #14 - Dipo Andy
0 5.281

Lukisan “Mirror #14” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Dipo Andy.

Mirror #14 – Dipo Andy
  • Pelukis : Dipo Andy
  • Judul : “Mirror #14”
  • Tahun : 2007 – 2008
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 175 cm x 175 cm

Deskripsi Lukisan “Mirror #14”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya pop art, abstrak ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Landasan teori penciptaan pada karya-karya Dipo adalah upaya untuk kembali pada prinsip-prinsip dasar dari seni lukis; garis, warna, bidang, dan ruang. Namun, landasan teori penciptaan pun lebur, hilang di dalam proses atau laku spiritual Dipo Andy ketika bekerja di studio kreatifnya. Hal ini juga memberi tanda khas pada karya-karya Dipo Andy juga terasa makin sublim karya-karyanya.

Karya-karya Dipo sendiri secara personal lebih dimaknai sebagai pengungkapan suara-suara tentang diri, tidak ada batasan tertentu, tidak tersekat-sekat, namun masih terikat dalam kesatuan selera.

Lukisan-lukisannya sangat dipengaruhi oleh gerakan pop art. Ia kerap melukis ulang dengan sentuhan yang sangat pribadi imaji figur-figur terkenal di dunia, baik bintang film, seniman, olahragawan, maupun pemimpin negara. Juga, melakukan eksprimen dengan  teknik komputer grafik untuk menghasilkan efek holografik (Holografi adalah teknik yang memungkinkan cahaya dari suatu benda yang tersebar direkam dan kemudian direkonstruksi sehingga objek seolah-olah berada pada posisi yang relatif sama dengan media rekaman yang direkam) pada karya-karyanya.

Rujukan sejarah karya-karya Dipo Andy saat ini memang dari gerakan abstrak ekspresionisme, tetapi Dipo Andy mengembangkan bahasa rupa yang lebih sublim (tinggi, indah) dalam konteks dan wacana seni rupa hari ini. Bergerak secara spiritual di antara visual chaos saat ini yang cenderung didominasi oleh gambar-gambar ilustratif pada karya seni lukis.

Dipo Andy pernah mengalami fase artistik dimana keterlibatan teknologi yang mendorong kreatifitas mengolah visual menjadi bagian penting dalam upaya membangun dialog dengan pecinta karyanya.

Abstraksi bukan perkara bentuk dan warna, tetapi sebuah pencapaian nilai visual yang berada di luar bahasa artistik yang kasat mata. Sehingga, kita bisa membaca bahwa abstraksi pada karya Dipo Andy periode ini menunjukkan kecerdasan seorang seniman modern. Bagaimana ia menekuni proses penciptaan dan pengolahan bahasa kedalaman yang bukan sekedar nilai ekspresi yang dangkal.

Perjalanan Karier

Dipo Andy dilahirkan di Seteluk, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 21 Agustus 1975. Ia menempuh pendidikan seni rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (1992-1999).

Pada awalnya, Dipo sama sekali buta terhadap dunia seni rupa. Namun karena dorongan dari Agung Pekik ia pun mencoba untuk mendalami dunia seni rupa dengan mendaftar sebagai mahasiswa Institut Seni Indonesia. Hingga saat ini, Dipo lebih banyak belajar seni dari lingkungan sekitarnya, bangku akademik hanya sedikit memberikan pengaruh pada dirinya. Ia mendalami seni tanpa beban dan berani mengaktualisasikan apapun melalui media rupa.

Pada tahun 1999, Dipo Andy meraih penghargaan Phillip Morris Art Award dalam lukisannya yang merupakan permainan seputar teks dengan menggunakan teknik screen.

Melukis Seperti Laku Spiritual

Dipo Andy membangun dialog yang bersifat transenden melalui layer setiap warna, juga menciptakan tekstur nyata dan tekstur semu dengan garis lurus melintang, secara visual terkesan seperti efek cetak grafis. Nilai imanen (paham yang menekankan berpikir dengan diri sendiri atau subjektif) pada karyanya hadir pada kesan ruang kosong, bentuk-bentuk yang tercipta tanpa diduga sebelumnya selama proses penciptaan adalah ciri khusus secara artistik.

Tema Lukisan

Karya Dipo Andy dalam beberapa waktu sangat bisa digolongkan sebagai Pop-Art. Dari konsep karya Dipo Andy menggambarkan tentang mimpi-mimpi orang muda. Dipo Andy banyak bersentuhan dengan dunia anak-anak muda. Tertarik pada apa yang ada di media massa, seperti majalah. Dipo Andy tertarik bagaimana cara media mengungkapkan sesuatu.

Teknik Lukisan Dipo Andy

Ada kekontrasan yang ditampilan Dipo dalam penempatan visual karyanya, yaitu dengan menggabungkan tampilan selebriti dunia dengan ekspresi tersenyum atau pandangan percaya diri yang kemudian dibenturkannya dengan tumpahan lumpur lapindo yang menjadi simbol atas kerusakan bumi.

Meski terkesan sangat teknis, Dipo sangat menyakini eksplorasi yang dilakukannya telah mematangkan intuisi seninya. Itu yang membedakan antara seniman dengan pemikir.

Catatan Kuratorial oleh Asikin Hasan

Kurator Asikin Hasan menyakini eksplorasi teknik yang dipilih Dipo sepanjang kariernya adalah proses dialog yang diciptakan Dipo kepada pecinta karyanya.

Menurut Asikin, eksplorasi teknik yang dilakukan Dipo menampilkan hal baru. Ini berbeda dengan persepsi negatif yang disampaikan oleh mereka yang melihat eksplorasi teknik hanyalah sebuah ornamen karya seni.

Ditambahkan Asikin, eksplorasi teknik yang dilakukan Dipo kali ini telah menciptakan sesuatu yang baru pada seni lukis.  Resin dan lumpur yang selama ini menjadi material seni patung justru menjadi elemen baru pada material kanvas, yang memberi warna baru pada perkembangan seni lukis.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/dipo-andy-1/page:2 https://artspace.id/2018/01/25/dipo-andy-melukis-abstrak-seperti-laku-spiritual/
Comments
Loading...