Lukisan “Miss Billboard 1” Karya I Gusti Ngurah Udiantara

Miss Billboard 1 - I Gusti Ngurah Udiantara
0 5.784

Lukisan “Miss Billboard 1” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, I Gusti Ngurah Udiantara

Miss Billboard 1 – I Gusti Ngurah Udiantara
  • Pelukis : I Gusti Ngurah Udiantara
  • Judul : “Miss Billboard 1”
  • Tahun : 2009
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Miss Billboard 1”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Lukisan-lukisan Udiantara telah menunjukkan kekuatannya dalam mengolah tema-tema surealistik dalam gaya lukis yang sepintas terkesan abstrak dan dekoratif. Dan bentuk-bentuk aneh pada lukisannya telah menimbulkan kesan bahwa pelukisnya tengah mencari-cari bentuk yang cocok untuk melayani pandangan pribadinya tentang realitas sosial.

Gusti Udiantara sangat suka menggambar makhluk-makhluk ajaib. Ia mendeformasikan bentuk-bentuk manusia menjadi makhluk aneh yang mengerikan, tapi kadang juga menggelikan. Sosok-sosok dalam lukisannya seakan berkembang mengikuti evolusi yang menyimpang yang digariskan oleh alam. Sosok itu seakan selalu bernafsu menyemburkan sesuatu bentuk baru yang ganjil untuk dapat tampil ke permukaan. Atau sebaliknya surut menjadi makhluk yang ingin sekali lagi mengenali kembali tahap-tahap perkembangan tubuhnya jauh di belakang agar dapat kita perhatikan. Seakan seperti kata dasar, bentuk dalam karyanya penuh dengan imbuhan sewenang-wenang atau sebaliknya, pemenggalan di sana-sini menjadi sejumlah atau rangkaian satuan-satuan yang lebih dasar.

Objek Lukisan

Dari lukisan-lukisan Udiantara, seakan kita melihat perjalanan dari bentuk hayati (biomorfis) ke konstatasi-konstatasi sosial. Dari kehidupan dalam ketegangan “bio” menjadi relasi sosial dalam tegangan “biro”, dari organ-isme kreatif menjadi organ-isasi regulatif atau manipulatif. Dari kon-figurasi menjadi dis-figurasi. Dari kontemplasi swa-rupa dalam atmosfir “bio” menjadi kisah-kisah anomali atau alinasi sosial “biro”. Dan dari nomos atau aturan menjadi chaos atau kekacauan, juga sebaliknya.

Tentang acuan rupa, dalam lukisan-lukisan Udiantara, di sana-sini mengingatkan pada skematisasi bentuk lukisan-lukisan modernis Joan Miro. Di sana juga ditemui luapan emosi dalam carut-marut fisiognomi atau wanda wayang, serta unsur humor yang mengarah ke Heri Dono. Dan tentang acuan sendiri, menurut penuturan Udiantara, itu memang dibutuhkan.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.galerisemarang.com/ http://www.galerisemarang.com/listwork.php?id=232&page=2 http://www.penebar.com/2012/01/i-gusti-ngurah-udiantara-si-pelukis.html?m=1
Comments
Loading...