Lukisan “Missing Land” (Afriani)

Missing Land - Afriani
0 35.812

Lukisan Missing Land merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Afriani.

  • Pelukis : Afriani
  • Judul : “Missing Land”
  • Tahun : –
  • Ukuran : 47.2 H x 35.4 W x 2 in
  • Media : Oil on Canvas

Makna Lukisan Missing Land

Masalah kota besar yang sampai saat ini tidak terselesai-selesai karena ketidakseimbangan lingkungan. Kesalahan penghuni pemerintahan kota ditambah perilaku buruk, kesadaran lingkungan masih tergolong rendah (tidak peduli). Ruang terbuka hijau yang masih kurang, jalanannya tidak sebanding dengan jumlah kendaraan, konstruksi bangunan sembarangan terlihat seperti ‘hutan kota’ untuk menampung penghuni. Kesadaran lingkungan sekitar penghuni akan sangat berperan penting dalam menjaga suasana kota menjadi lebih hijau dan lebih segar. Ketegasan pemerintah kota akan menjadi tata kota merupakan kunci dalam membangun kota modern namun ramah terhadap alam Pembangunan angkutan umum yang aman dan nyaman dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (kemacetan dan polusi udara), memberikan ruang hijau terbuka bagi penghuninya. Alam tidak bergantung pada manusia tapi manusia yang bergantung pada alam.

Deskripsi Lukisan

Kota secara fisik dapat didefinisikan sebagai area yang terdiri atas bangunan-bangunan yang saling berdekatan yang berada di atas tanah atau dekat dengan tanah, instalasi-instalasi di bawah tanah dan kegiatan-kegiatan di dalam ruangan kosong di angkasa. Bangunan merupakan tempat yang dapat memberikan perlindungan bagi manusia untuk dapat bertahan hidup. Oleh karenanya, bangunan merupakan unsur pertama yang dibangun di kota setelah air dan makanan tersedia.

Kategori utama penggunaan bangunan yang terdiri atas permukiman, komersial, industri, pemerintahan, transportasi merupakan unsurunsur pembentuk pola penggunaan tanah kota. Selain tersusun atas bangunan seperti kategori di atas, kota juga berisikan struktur atau bangunan yang lain yang bukan berupa bangunan gedung, yaitu: jembatan, gardu-gardu listrik, pengilangan minyak, dan berbagai instalasi lain yang tidak lazim disebut sebagai bangunan, karena struktur bangunan tersebut tidak sebagaimana bangunan umumnya dalam hal menutupi tanah yang ada dibawahnya. Struktur-struktur yang bukan berupa bangunan juga memiliki fungsi yang penting bagi sebuah kota, sebagaimana pentingnya bangunan gedung. Kota juga tersusun atas jaringan utilitas yang berada di bawah permukaan tanah. Bangunan gedung di atas baik yang digunakan untuk permukiman, komersil, industri, pemerintahan maupun transportasi akan terhubung dengan jaringan utilitas umum yang ada di bawah tanah seperti jaringan air bersih, kabel telepon, saluran pengolahan limbah, bak-bak penampungan, gorong-gorong, saluran irigasi dan pengendali banjir (Branch, 1996).

Secara sosial kota dapat dilihat sebagai komunitas yang diciptakan pada awalnya untuk meningkatkan produktivitas, melalui konsentrasi dan spesialiasi tenaga kerja dan memungkinkan adanya diversitas intelektual, kebudayaan, dan kegiatan rekreatif di kota-kota. Suatu wilayah disebut sebagai kota jika wilayah tersebut mampu untuk menyediakan kebutuhan/pelayanan yang dibutuhkan oleh penduduk pada komunitas tersebut.

Jalan Keluar

Masalah lingkungan masih menjadi mimpi buruk di perkotaan. Masalah lingkungan adalah aspek negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan biofisik. Environmentalisme, sebuah gerakan sosialdan lingkungan yang dimulai di tahun 1960, fokus pada penempatan masalah lingkungan melalui advokasi, edukasi, dan aktivisme.

Masalah lingkungan terbaru saat ini yang mendominasi mencakup perubahan iklim, polusi, dan hilangnya sumber daya alam. Gerakan konservasi mengusahakan proteksi terhadap spesies terancam dan proteksi terhadap habitat alami yang bernilai secara ekologis.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan Hidup dan Berkelanjutan untuk menanggulangi masalah kerusakan yang terjadi pada lingkungan perlu diadakan konservasi. Konservasi dapat diartikan sebagai upaya untuk memelihara lingkungan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sampai bangsa. Pengelolaan sumber daya alam merupakan usaha secara sadar dengan cara menggali sumber daya alam, tetapi tidak merusak sumber daya alam lainnya sehingga dalam penggunaannya harus memperhatikan pemeliharaan dan perbaikan kualitas dari sumber daya alam tersebut.

Semoga bermnfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source Informasi Lukisan Indonesia Afriani
Comments
Loading...