Lukisan “Misteri Kasih Sayang” Karya Wara Anindyah

Misteri Kasih Sayang - Wara Anindyah
0 5.333

Lukisan “Misteri Kasih Sayang merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Wara Anindyah.

Misteri Kasih Sayang – Wara Anindyah
  • Pelukis : Wara Anindyah
  • Judul : “Misteri Kasih Sayang”
  • Tahun : 1998
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 140 cm

Deskripsi Lukisan “Misteri Kasih Sayang”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, surealisme, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Secara visual lukisan ini menggambarkan tiga figur yang mungkin sedang saling memeluk dan memberi kasih sayang.

Ada cerita dalam setiap lukisan-lukisan Wara Anindyah. Gambar-gambarnya semacam memantik khayalan kita untuk segera berkelana, menebak-nebak apa gerangan yang terjadi setelah ataupun sebelum adegan yang dilukis dalam kanvasnya itu. Lukisannya cenderung memberi kesan menakutkan ketika siapapun melihatnya, itu karena Wara melukis bukan karena mengikuti apa yang ingin orang lain lihat dan nikmati dalam sebuah lukisan, tetapi ia melukis sesuai keinginan hati, pemikiran, dan imajinasi dalam batinnya, dan itulah yang membuat para penikmat seni lukis mengenali diri Wara.

Perjalanan Karir

Wara Anindyah adalah seorang pelukis wanita Indonesia kelahiran Magelang, 25 Agustus 1969 lulusan ISI Yogyakarta yang berprestasi dalam seni lukis serta termasuk dalam jajaran seniman wanita Indonesia paling berpengaruh. Selain melukis, Wara Anindyah juga berkarya sebagai penata artistik pentas teater dan tari serta sebagai ilustrator esai budaya di beberapa media massa. Novel dan karya sastra sebagai sumber inspirasi sudah menjadi hal yang biasa pada proses penciptaan karya Wara Anindyah.

Karya sastra menurutnya merupakan objek yang dapat memberikan pengalaman lain dalam hal mengintrepertasi karya berupa kata menjadi kepuasan batin dalam berkarya seni lukis.

Ketertarikan Wara pada seni lukis karena dapat dijadikannya sebagai media untuk menuangkan sesuatu yang tidak ada di dunia nyata  dan tidak pernah terpikirkan orang lain. Sungguhpun harus keluar uang untuk membeli perlengkapan melukis, namun ketertarikan Wara terhadap seni lukis tidak pernah pudar. “Jer basuki mawa bea,” katanya.

Dalam hal proses kreatif, Wara menuturkan bahwa ide karya-karya lukisnya diperoleh dari berbagai sumber, semisal: buku-buku, film-film, atau berita-berita di surat kabar yang menimbulkan kegelisahan. Ide yang terpicu isu dari luar dan berkembang tersebut direnungkan, diolah, disketsa, dan dituangkan ke dalam karya.

Tema Lukisan

Beberapa karyanya banyak memuat tentang pandangan hidup yang menyalurkan kegelisahan, ketakutan, kebahagiaan, dan pemikirannya tentang dunia. Karakter yang khas dapat terlihat melalui karya-karyanya yang cenderung digambarkan dengan aliran surealisme, bermain-main dengan kegelisahan batin dan diolah emosinya menjadi lukisan yang tak biasa, bernuansa dalam dan kelam.

Karya-karya lukis Wara yang bernuansa magis dan lahir dari rahim imajinasinya itu sungguh memvisualkan sosok-sosok berwajah menakutkan. Karenanya tidak heran, bila masyarakat selalu memberikan respons, kritik, dan komentar mengenai karya-karyanya, “Lukisane medeni (lukisannya menakutkan)”.

Bagi Wara, melukis juga harus membuat orang lain senang, menimbulkan inspirasi  dan semangat. Untuk itu, karya lukis harus diciptakan oleh seorang kreator dengan sepenuh hati. Lahirnya karya lukis jangan hanya berdasarkan isu yang sedang nge-trend, melainkan berdasarkan keinginan hati.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/wara-anindyah https://www.kompasiana.com/achmadeswa/5aad92745e13737218740683/wanita-gemuk-dan-hantu-yang-keluar-kembali-ke-lukisan?page=all
Comments
Loading...