Lukisan “Mrs. Oentari Abdullah” (Basoeki Abdullah)

Mrs. Oentari Abdullah - Basoeki Abdullah
0 2.505

Lukisan Mrs. Oentari Abdullah merupakan salah satu karya pelukis ternama Indonesia, Basuki Abdullah.

Mrs. Oentari Abdullah – Basoeki Abdullah
  • Pelukis : R. Basoeki Abdullah
  • Judul : “Mrs. Oentari Abdullah”
  • Tahun : 1935 – 1995
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 49 cm x 70 cm

Deskripsi Lukisan Mrs. Oentari Abdullah

Lukisan ini merupakan lukisan realisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Lukisan ini menggambarkan tentang . Oetari adalah putri sulung Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam sekaligus merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Soekarno. Soekarno menikahi Oetari usianya belum genap 20 tahun. Siti Oetari sendiri waktu itu berumur 16 tahun. Soekarno menikahi Oetari pada tahun 1921 di Surabaya.

Karya ini termasuk dalam kategori potret.

Dalam kategori ini karya-karya masuk di dalamnya adalah potret yang para pembesar maupun maupun lukisan potret pesanan yang pernah dibuat oleh Basoeki Abdullah. Kategori ini dianggap sebagai sesuatu yang khas dan ketat, karean dalam hal ini siapa yang ada dalam lukisan adalah mereka yang dikenal atau mereka yang digambar secara khusus maupun lukisan potret diri sendiri. Untuk ketokohan dan konsep teknik yang presisi atau kemiripan wajah menjadi nilai utama. Mungkin jika dipaksa menjadi dokumen, kategori inilah yang paling dekat “bertugas” untuk itu.

Makna Lukisan

Secara umum lukisan-lukisan Basoeki Abdullah diyakini berpijak pada tradisi melukis Romantisisme dan Naturalime. Artinya, apa yang tergambarkan dalam kanvas selalu terlihat memanjakan mata dan memperlihatkan kemampuan mencerap keindahan secara fisik, member hasrat untuk “cuci mata” (voyeuristic).

Gagasan-gagasannya tidak memperlihatkan sis-sisi terdalam tentang suatu ide. Tanda atau eksekusi visual tampak lebih beraroma pada permukaan kanvas, bukan keindahan makna. Dengan demikian dapat ditenggarai bahwa Basoeki lebih pada pelukis yang mengatasnamakan keindahan visual, keindahan indra mata.

Bisa jadi semua ini disebabkan oleh kesadaran bahwa lukisan adalah ‘cermin kepatuhan diri’. Lukisan adalah wadah tentang manusia yang selalu cenderung ingin lahir kedua kali dengan kualitas yang lebih tinggi, lebih indah dan lebih baik. Ia memang tidak basa-basi terhadap semua objeknya. Basoeki sadar betul mengapa banyak orang yang ingin digambarnya. Mereka ada yang beranggapan dengan lukisan (dari tangan Basoeki Abdullah) diri sang objek bagai pindah ke dunia surgawi. Basoeki sendiri tentu sadar tentang lukisan-lukisannya. Basoeki menganggap bahwa ini lukisan, bukan potret.

Singkatnya, posisi lukisan dalam pikiran Basoeki adalah lebih tinggi (dibanding foto atau dunia realitas misalnya), serta memberi peluang munculnya dimensi non-real yang jauh dari realitas itu sendiri.

Dengan kata lain, keindahan lukisan-lukisan Basoeki adalah keindahan salon, keindahan yang direkayasa oleh pikiran dan imajinasi pelukis. Dalam konteks lain, lukisan Mooi Indië telah jauh dari akar yang sebelumnya menumbuhkan yaitu tradisi mendokumentasikan alam.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Comments
Loading...