Lukisan “My Daughter Asti” Karya Soedibio

My daughter Asti - Soedibio
0 3.235

Lukisan “My Daughter Asti” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Soedibio.

My daughter Asti – Soedibio
  • Pelukis : Soedibio
  • Judul : “My Daughter Asti”
  • Tahun :  –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 25 cm x 30 cm

Deskripsi Lukisan “My Daughter Asti”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surerealisme, dekoratif. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan potret wajah anak perempuannya ketika masih balita yang berama Asti.

Perjalanan Karier

Belajar melukis dilakoninya secara otodidak. Semasa hidup, Soedibio aktif di berbagai organisasi kesenian, diantaranya pada tahun 1940 bergabung menjadi anggota PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia) di Jakarta, lalu pada tahun 1946 ikut mendirikan Seniman Indonesia Muda (SIM) di Madiun, Jawa Timur. Kemudian pada tahun 1967 ia menjadi anggota Sanggar Puring di Surabaya, Jawa Timur, serta pada tahun 1970 menjadi anggota Himpunan Budaya Surakarta (HBS) di Solo, Jawa Tengah. Ia juga pernah bekerja bersama Trisno Sumardjo di Jawatan Kereta Api (1942) di kota asalnya, Madiun, Jawa Timur. Pada jamannya, ia di kenal sebagai satu-satunya pelukis potret, yang sanggup membuat potret orang tanpa model. Lukisan tentang pengalamannya di tahanan Belanda di Yogyakarta pada tahun 1949 adalah salah satu bukti kemahirannya tersebut.

Karakteristik Karya

Lukisan-lukisan Soedibio menggunakan warna-warna berat, seperti coklat dan kuning ochre. Teknik pewarnaannya juga masih ada yang menggunakan teknik sungging. Teknik sungging maksudnya membuat tingkatkan warna dengan menambahkan warna teen, toon, atau shadow. Teen itu mencampur warna lain dengan warna putih. Toon itu mencampur dengan warna hitam. Shadow itu mencampur dengan warna abu abu. Dalam membuat bentuk atau figur wayang purwa, Soedibio masih menggunakan kaidah umum rupa wayang purwa. Soedibio menvisualisasikan wayang purwa dengan gaya dekoratifnya.

Tema Lukisan Soedibio

Selain melukis potret orang, Soedibio juga mahir melukis pemandangan alam. Rumah-rumah orang di desa dan pohon nyiur berkipas-kipas, daun bersatu dalam satu ayunan tenang dengan galengan-galengan sawah di sekitarnya, di gambarkan secara tepat dan detail olehnya. Keunikan lain yang dimilikinya dan membedakan dirinya dengan pelukis lain adalah, ia selalu membuat perubahan pada gaya lukisannya yang berubah dengan drastis sesuai kisah hidupnya. Lukisannya pada zaman revolusi bernuansa kelam dan menunjukkan kekerasan. Kemudian setelah sempat menghilang selama 15 tahun dari dunia seni rupa karena persoalan pribadi, ia akhirnya kembali lagi, namun dengan gaya lukisan yang lebih lembut.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://sweetaminah_gallery.tripod.com/ http://sweetaminah_gallery.tripod.com/soe_coll_3.htm http://muklisinartfbsunnes.blogspot.com/2015/12/kritik-seni-keseluruhan.htmlhttp://muklisinartfbsunnes.blogspot.com/2015/12/kritik-seni-keseluruhan.html
Comments
Loading...