Lukisan “Nagari II” Kamal Guci

Nagari II - Kamal Guci
0 5.957

Lukisan “Nagari II” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Kamal Guci

Nagari II – Kamal Guci
  • Pelukis : Kamal Guci
  • Judul : “Nagari II”
  • Tahun : 2013
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 140 cm x 100 cm

Deskripsi Lukisan “Nagari II”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas.

Pelukis Kamal Guci terbilang satu-satunya seniman Indonesia asal Sumatera Barat yang punya kegelisahan batin sama dengan perantau Minang dalam menyikapi kekalahan telak budaya Minang yang disosoh oleh budaya asing. Lewat karyanya, Kamal Guci mencoba melawan gerak globalisasi yang berprinsip hanya yang kuat yang berhak hidup sementara yang kalah harus menjalani kemusnahan dengan sendirinya.

Sebagai pelukis, Kamal tidak tergoda untuk memindahkan keindahan dan keelokan Minangkabau ke kanvas. Dia dengan caranya sendiri justru menyampaikan nuansa suram Minangkabau yang disimbulkan melalui cacat yang dimiliki oleh setiap lukisan Rumah Gadang. Ini sebuah kritikan dan peringatan untuk kita semua bahwa dibalik keindahan alam Minang tersimpan ancaman (globalisasi) luar biasa.

Setelah lama ditinggal oleh Wakidi dan para pelukis “Mooi Indie”, Kamal Guci boleh dibilang pelukis “Mooi Minang” di baris depan dewasa ini. Bedanya, Kamal tidak hanya melukis soal keindahan tapi juga kehancuran tradisi dan budaya akibat ulah manusianya.

Karakteristik Lukisan

Memandang seni sebagai teks dan secara garis besar, lukisan Kamal Guci menggambarkan alam Minangkabau beserta rumah adat, kehidupan masyarakat, dan kegiatan diperkampungan. Kamal Guci merupakan seorang seniman yang pandangannya terhadap budaya alam Minang sangat kental, terlihat dari karya-karyanya yang selalu mengambarkan keadaan alam Minangkabau dan keadaan rumah gadang dari tempo dulu sampai keadaan rumah gadang Minang sekarang ini.

Kamal menuangkan karyanya yang beraliran atau bergaya Mooi Indie, Ironi, tragis membentuk retrospeksi (sang waktu). Retrospeksi itu sendiri adalah melihat kembali peristiwa kejiwaan atau penjiwaan dalam diri sendiri, sebab apa yang terjadi bukan apa yang terjadi dalam dirinya.

Kamal Guci merupakan suatu rantai, satu bagian penting dari gerak lajunya sebuah perkembangan kebudayaan. Dalam catatan kronikal budaya di Sumatra Barat namanya akan ditemukan dalam deretan nama-nama perupa yang handal, yang lahir dan menetap di negeri sendiri, Minangkabau. 

Tema Lukisan

Tema yang diangkat oleh Kamal Guci merubah gaya berkaryanya. Karya-karya yang dihadirkan cenderung menggambarkan dataran Minangkabau. Dalam karyanya terasa bagaimana kegelisahan seorang Kamal Guci terhadap budaya Minang sekarang ini, bagaimana ia membentuk alam, rumah adat Minang, surau serta kincir pada masa sekarang sudah jarang ditemukan. 
Menurut Kamal, segala macam makna atau nilai-nilai kehidupan beserta alam sekitarnya (masa lalu) adalah bagian yang harus dihayati sedalam-dalamnya. Sehingga roh dari sebuah karya itu akan dapat tercapai. Dengan demikian barulah seorang seniman itu akan dapat mencapai karya terbaik dengan nilai atau makna penuh Retrospeksi.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://arsip.galeri-nasional.or.id http://arsip.galeri-nasional.or.id/pelaku_seni/kamal-guci/karya https://www.jpnn.com/news/lukisan-kamal-cermin-kegelisahan-minangkabau
Comments
Loading...