Lukisan “Napsu dan Kepala” Karya Stevan Sixcio Kresonia

Napsu dan Kepala - Stevan Sixcio Kresonia
0 2.225

Lukisan “Napsu dan Kepala” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Stevan Sixcio Kresonia.

Napsu dan Kepala – Stevan Sixcio Kresonia
  • Pelukis : Stevan Sixcio Kresonia
  • Judul : “Napsu dan Kepala”
  • Tahun : 2017
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 100 cm x 120 cm

Deskripsi Lukisan “Napsu dan Kepala”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Lukisan ini menggambarkan figur-figur manusia, dan salah satu figur terlihat sedang menggoda.

Sebenarnya cukup beragam gaya dan tema yang telah digelutinya, semuanya tiada ketetapan, semuanya selalu bersifat eksperimentatif mencoba-mencoba walau beberapa yang mungkin tiada berkelanjutan. Katakanlah hanya dua atau tiga kekaryaan yang bergaya seperti itu hingga selanjutnya akan bergaya-gaya yang lain sesuka konteks waktu saat itu yang tentu di kepala Stevan tetap saja menjadi tanda tanya “beginikah aku” saat ini (secara psikis)? Di sinilah wagu-wagu itu terlahir sebagai kekaryaan yang tidak meragukan secara wujud.

Tema Lukisan

Stevan, seorang perupa atau seniman tentu bukan hanya membuat sekedar rupa-rupa, sekedar karya, juga bukan saja cuma guratan dan penyusunan warna belaka, tetapi lebih jauh yaitu mencipta bahasa visual, berupa aktivitas dua arah; dialog timbal balik antara pola pikir dan pola di dalam kehidupan senimannya.

Begitulah Stevan menemukan pola pikir “baru” dalam karyanya, dari apa yang akan terlukis berangkat dari ide pikiran, imajinasi, mimpi, naluri, nurani, dan pemahaman pengalaman secara personal. Jadi keontetikan akan terlihat dalam laku eksistensialnya berupa lelaku yang selalu berkehendak untuk berubah yang sejalan dengan apa yang telah ditemukannya.

Teknik Lukisan

Dalam karya-karyanya, Stevan memiliki karakter stroke sapuan dari keberangkatan inspirasinya sehingga proses berkreasinya juga memiliki nuansa yang unik.

Stevan tidak benar-benar mengikuti perintah “kebutuhan”nya kecuali keinginan-keinginan yang mungkin pada keterbatasan di rentang waktu yang amat pendek. Artinya gaya pengungkapannya akan berputar-putar untuk sekedar memenuhi bidang gambar yang sebenarnya cara yang disampaikan adalah hanya untuk menggunakan cara “yang ini” atau dengan cara “yang itu” yang tentu adalah bukan benar-benar sebagai konflik yang harus dipecahkan.

Begitu instinktif, karena sebenarnya Stevan belum benar-benar mewujudkan interaksi-interaksi itu untuk bisa berjarak hingga menumbuhkan keotentikan keunikannya. Karya Stevan mengalir begitu saja menuruti kata hatinya, begitu mengalir walau mungkin ia tidak pernah sadar bahwa aliran itu sebenarnya adalah aliran yang sama, yaitu apapun yang tertoreh adalah begitu saja.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/stevan-sixcio-kresonia http://museumdantanahliat.com/past-events/view/tiada-jalan-tengah-pameran-tunggal-oktaravianus-bakara-stevan-sixcio-kresonia/
Comments
Loading...