Lukisan “Nenek” Karya Dullah

Nenek - Dullah
0 1.361

Lukisan “Nenek” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Dullah.

Nenek – Dullah
  • Pelukis : Dullah
  • Judul : “Nenek”
  • Tahun : 1977
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 60 x 50 cm

Deskripsi Lukisan “Nenek”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme, naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan potret seorang nenek dengan rambut yang sudah memutih terurai, memakai kebaya berwarna kuning.

Karakteristik Karya

Dullah adalah salah satu pelukis aliran realisme ternama Indonesia. Ia adalah salah satu pelukis dan kurator seni rupa istana, semasa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Dullah mempunyai kegemaran melukis portrait (wajah) dan komposisi-komposisi yang menampilkan banyak orang (group). Diakui, Dullah belajar melukis dari dua orang gurunya yang sekaligus merupakan pelukis ternama, yaitu S. Soedjojono dan Affandi Koesoema. Meskipun demikian, corak lukisannya tidak pernah mempunyai persamaan dengan dua orang gurunya tersebut.

Dullah Pelukis Revolusi

Selain dikenal sebagai pelukis istana selama 10 tahun sejak awal tahun 1950-an, dengan tugas merestorasi lukisan (memperbaiki lukisan-lukisan yang rusak) dan menjadi bagian dalam penyusunan buku koleksi lukisan Presiden Soekarno. Dullah juga dikenal sebagai pelukis revolusi, karena dalam karya-karyanya banyak menyajikan lukisan dengan tema-tema perjuangan selama masa mempertahankan kemerdekaan.
Pada waktu perang kemerdekaan II, saat Yogyakarta diduduki oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1949 hingga 29 Juni 1950, Dullah memimpin anak didiknya yang masih belum berumur 17 tahun untuk melukis langsung peristiwa-peristiwa selama pendudukan Yogyakarta sebagai usaha pendokumentasian sejarah perjuangan bangsa. Lukisan-lukisan yang dihasilkan ketika itu diulas di surat-surat kabar, bahkan oleh Affandi Koesoema karya tersebutdinilai sebagai karya satu-satunya di dunia.
Bagi Dullah, melukis adalah media untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Dullah termasuk pendiri Himpunan Budaya Surakarta (HBS). Kemudian didirikannya sebuah sanggar di Pejeng, Bali. Pada setiap pameran, baik di dalam atau di luar negeri, karya murid-muridnya ikut disertakan. Dullah mendirikan museum pribadi di Solo pada tahun 70-an, dan hingga kini museum tersebut masih representatif dan dikelola oleh pemerintah Kotamadya Surakarta.

Museum Dullah

Banyak lukisan-lukisan Dullah yang menjadi koleksi pejabat-pejabat penting pemerintahan, kolektor seni baik dalam maupun luar negeri, tokoh masyarakat dan orang terkemuka. Diantaranya Presiden pertama RI Soekarno, Wakil Presiden pertama RI Muhammad Hatta, Adam Malik, mantan Presiden Amerika Serikat Eisenhower, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Walter Mondale, mantan Perdana Menteri Australia Rudolf Menzies, dan museum seni lukis di Ceko. 

Dullah, Penerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada salah satu maestro seni lukis Dullah, di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017. Bintang Budaya Parama Dharma adalah tanda kehormatan yang tertinggi dalam bidang kebudayaan, yang setingkat dengan Bintang Jasa Utama.

Sebagai pelukis kenamaan, Dullah telah menghasilkan banyak karya lukisan. Seperti lukisan dengan judul “Di depan Pura”, “Gadis Bali”, “Gunung Lawu Jawa Tengah”, “Halimah Gadis Aceh”, “Hutan di Gunung Merapi, Jawa Tengah”, “Kebun Sayur”, “Landscape Ngarai”, “Ngarai Minangkabau Sumatera Utara”, dan “Pemandangan di Kintamani”.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artist/Dullah/FD5547E0E5972F5A/Artworks https://lelang-lukisanmaestro.blogspot.com/2013/06/lukisan-karya-dullah.html?m=1
Comments
Loading...