Lukisan “Ngayah (Kerja Tanpa Pamrih)” (Agung Mangu Putra)

Ngayah (Kerja Tanpa Pamrih) - Agung Mangu Putra
0 7.179

Lukisan “Ngayah (Kerja Tanpa Pamrih)” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Agung Mangu Putra.

Ngayah (Kerja Tanpa Pamrih) – Agung Mangu Putra
  • Pelukis : Agung Mangu Putra
  • Judul : “Ngayah (Kerja Tanpa Pamrih)”
  • Tahun : 2016
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 155 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Ngayah (Kerja Tanpa Pamrih)”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme dan ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, terlihat kegiatan Ngayah yang di lakukan masyarakat Bali di sekitar Pura. Ngayah adalah kewajiban sosial masyarakat Bali sebagai penerapan ajaran karma marga yang dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulus ikhlas baik di banjar maupun di tempat suci. Kata ngayah secara harafiah dapat diartikan melakukan  pekerjaan tanpa mendapat upah

Karakteristik Karya

Karya lukisan Agung Mangu Putra yang realistik tidak bisa benar-benar diklasifikasikan sebagai realisme. Ciptaannya memiliki banyak sisi dan banyak lapisan. Diputar pada berbagai tingkat makna – metaforis, simbolis, dalam bentuk konten, teks, atau konteks.

Karya-karya Agung muncul dari persinggungannya yang sangat intensif dengan dunia sebagai sebuah ekspresi penuh kesadaran akan orientasi kreativitas utamanya. Representasi akan fenomena alam didukung oleh detak kehidupan menjadi latar-belakang utama pencariannya. Indahnya alam seperti pegunungan atau pantai digambarkan sebagai objek-objek yang bisa diidentifikasi. Beberapa karyanya yang menunjukkan gambaran abstrak adalah penggambaran dari karakter air dan tekstur serta warna tanah atau batu.

Realis Radikal

Agung adalah seorang realis radikal. Dalam arti bahwa semua usaha kreatifnya berpusat pada tema “realitas”. Namun kenyataan adalah masalah yang tidak dapat sepenuhnya dipahami.

Dalam usahanya untuk memahami kenyataan itu, pergulatan terbesar Agung adalah dengan “realitas citra”, yang merupakan satu-satunya zona realitas.

Ciptaannya adalah karya yang selalu bergerak, terus mencari dan mempertanyakan kenyataan. Agung berjuang untuk menjaga keseimbangan antara imajinasinya yang penuh gairah dan penghitungan “dingin”. Ketertarikan formal dan komitmen moral, keinginan akan aspirasi yang mendalam dan yang suci.

Agung membuktikan, bahwa dengan menjadi seniman yang realistis ia tidak akan pernah bisa melakukan realisme secara naif.

Imajinasi Ikan Agung Mangu Putra

Hubungan timbal balik eko­sistem ikan dengan ling­ku­ngan habibatnya, menjadi ujung kritik sosial pelukis Agung Mangu Putra. Kritikan yang begitu bersema­ngat ikut menggerakkan nalu­ri­nya bicara tentang kerusakan lingkungan alam. Karena  itu lu­kisannya pun berisikan sub­jek ikan-ikan ber­ca­haya bere­nang berderet, de­ngan mata be­ning.

Pesan dan Makna Lukisan Ikan Karya Agung Mangu Putra

Makhluk-makhluk dari ha­sil ima­jinasi Agung Ma­ngu Pu­tra memang unik seperti ter­lihat pada “Lukisan Ikan, 1999”. Seekor ikan berwarna biru bermata jernih itu seolah-olah tengah siaga, berenang de­ngan mulut terbuka. Agung berharap bisa menyebarkan isu-isu ke­ru­sakan seputar alam bawah laut. Berdampak sampai ke la­pisan sosial masyarakat yang pe­duli. Ada dua lukisan terkait de­ngan pesan itu dalam “Ikan Ceng­karama di Dasar Laut, 2003” dan “Ikan yang Tersisa, 2002”. Terkait dari kisah lukisan Agung tersebut, imajinasi ikan itu terasa ada dua bentuk yakni natural “Ikan, 2000”. Beda de­ngan ”Abstraksi Ikan, 2001” yang ter­masuk lukisan se­macam am­sal yang artifisial.

Secara estetika ikan kedua-duanya terperangkap oleh si­kap protes ala Agung. Terpa­par ba­gai­mana Agung meng­ima­jina­si­kan ikan-ikan dibe­dah, isi pe­rutnya keluar berlumur­an darah. Tra­­gisnya mati ter­gantung di atas tanah. Di sisi la­innya ada lu­kisan tentang ikan yang sangat har­mo­ni berenang tanpa ada rasa takut, yaitu “Ikan Putih di Latar Biru, 2002”. Setiap pelukis punya ka­rakter sendiri dalam mengi­ma­jinasikan berba­gai kreasi cip­taannya seperti dalam “Mig­rasi, 2002”. Agung Mangu Putra termasuk pelukis yang mempunyai trend estetika spesifik tentang ikan-ikannya, melalui tek­nik valet yang jadi andalan­nya. Selain penguasaan teknik, Agung juga sengaja merawat im­plus yang begitu lepas menga­lir sehingga idenya me­mun­cul­kan ikan-ikan nan apik.

Dengan per­­mainan teknik, ­Agung tak ingin terjebak ke­pada tema-tema orisi­nal, yang akan mengerdil­kan arti meta­fora ikan itu sendiri. Lukisan ikan karya Agung kebanyakan memakai cat de­ngan jejak sapuan valet, te­tap ti­dak mengurangi karya originalitas tentang ikan ber­si­sik karang ter­sebut. Ketika jejak pisau valet yang kasar justeru menimbul­kan efek-efek kilatan cahaya dari tubuh ikan-ikan tadi. Begitu pula le­lehan cat, bergemuruh turun, itu memperlihatkan Agung memang pandai mengusik ima­ji­nasi kita tentang ikan yang begitu banyak.

Konsistensi Teknik

Agung tetap kon­sis­ten bahwa teknik harus­lah di­kuasai agar terlahir ukur­an efek bernuansa estetika. Suguhan ar­tistik ikan itu bisa dinikmati se­puas-puasnya le­wat tata rupa yang lainnya. Agung tetaplah pe­lukis bukan seorang saintis ekologi. Sajian tentang ekologi ikan Agung ha­nya sebatas ima­ji­nasi, seju­rus (protes) kritikan yang ter­selip di dalam karya lu­kisan­nya. Dari rangkaian jagat ikan imajinasi Agung, menun­juk­kan ada hal yang perlu di­usik yak­ni tentang ekologi. Itu­lah prio­ritas kritikan Mangu ter­ha­dap salah urus di khasa­nah sur­gawi laut kita. (Sumber: harian.analisadaily)

Tema Bersejarah Masa Penjajahan Belanda

Di lukisan-lukisan terbarunya, Agung meneliti ulang rekaman arsip bersejarah masa penjajahan Belanda di Bali pada awal hingga pertengahan era 1900-an. Agung Mangu Putra terlebih dahulu melakukan penelitian selama satu dekade untuk mengungkapkan kisah-kisah veteran Indonesia dan para pejuang revolusi. Agung menggunakan foto-foto kolonial yang merupakan arsip Belanda dan diterbitkan oleh Lembaga Belanda. Karya-karya Agung seperti membayangkan adegan ulang kejadian bersejarah, dan menempatkan lagi orang-orang Bali di pusat. (Sumber: m.detik.com)

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artist/Gusti-Agung-Mangu-Putra/1429E81C294D72F2//AuctionResults https://www.google.com/search?hl=in-ID&source=android-browser&ei=_4QtW5m0Jovp9QOP0rmIBw&q=karakter+lukisan+agung+mangu+putra&oq=karakter+lukisan+agung+mangu+putra&gs_l=mobile-gws-wiz-serp.3...395011.403751..405294...0....106.1532.12j5......0....1.........35i39j0i13i30j0i13i5i30j30i10.GWHeJZd1Qdo%3D#ip=1
Comments
Loading...