Lukisan “No Trespassing” Karya Agung “Tato” Suryanto

No Trespassing - Agung Tato Suryanto
0 1.224

Lukisan “No Trespassing” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Agung “Tato” Suryanto.

No Trespassing – Agung Tato Suryanto
  • Pelukis : Agung “Tato” Suryanto
  • Judul : “No Trespassing
  • Tahun : 2014
  • Media : Acrylic and Charcoal on Canvas
  • Ukuran : 180 x 810 cm

Deskripsi Lukisan “No Trespassing”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak, kontemporer, ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik dan arang di atas kanvas. Dalam lukisan-lukisannya, Agung jarang mengangkat tema manusia. Menurut Agung, wacana humanity sudah mati. Namun justru di lukisan tanpa manusia itulah kehadiran manusianya malah lebih terasa. Karena orang cenderung akan mencari sosok manusia di tengah bentuk-bentuk bangunan yang jungkir balik karena tidak mengenai gravitasi itu.

Perjalanan Karir

Agung Suryanto atau populer dipanggil Agung Tato, menceburkan diri sebagai seorang perupa. Walau ia baru mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Namun prestasinya sudah menoreh di kancah seni rupa nasional. Desember tahun 2010, Agung bersiap-siap pameran di Wendt Galery, New York, sebagai bagian dari hadiah Jakarta Art Award (JAA) 2010, yang memilihnya sebagai salah satu dari delapan pemenang.

Tema Lukisan

Karya lukisannya kini mengangkat tema “tanpa manusia” sama sekali. Agung melakukan dekonstruksi yang tak didapatkannya ketika menjadi arsitek dan bekerja untuk pengembang.

Menurutnya, arsitek sering dipahami banyak orang sebagai building, dan Agung hanya mengambilnya sebagai konsep. Dengan konsep arsitektural itulah ia menjungkir balikkan deskripsi sebuah kota dalam lukisannya.

Lukisan seperti ini, katanya, tidak lagi penting menentukan mana bagian atas dan bawah. Terserah yang memajangnya saja. Bahkan, sudah lama Agung tidak mencantumkan tanda tangan sama sekali di atas lukisannya. Sebagai identitas, ia hanya menuliskan nama lengkap, bulan, dan tahun pembuatan lukisan di balik kanvas. Agung memang sengaja menampilkan karya “anonim” sebagaimana estetika Timur yang menolak individualism.

Media Lukisan

Satu lagi yang menarik, lukisan-lukisan Agung kini dibuat sangat detil, banyak menggunakan pensil, hanya sebagian saja akrilik untuk pewarnaan.

Pantas membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya. Bukan tanpa alasan Agung mengerjakan seperti ini. Ia ingin orang tidak hanya selintas saja melihat lukisannya. Tidak sambil lalu saja. Setiap inchi ada detil yang menarik untuk diperhatikan.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com https://indoartnow.com/artists/agung-tato-suryanto https://brangwetan.wordpress.com/2010/12/21/agung-%E2%80%9Ctato%E2%80%9D-suryanto-perupa-yang-tak-puas-jadi-arsitek/amp/
Comments
Loading...