Lukisan “Odalan di Bali” Karya But Muchtar

Odalan di Bali - But Muchtar
0 1.309

Lukisan “Odalan di Bali” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, But Muchtar.

Odalan di Bali – But Muchtar
  • Pelukis : But Muchtar
  • Judul : “Odalan di Bali”
  • Tahun : 1959
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 75 cm x 134 cm

Deskripsi Lukisan “Odalan di Bali”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya naturalisme, kubisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Odalan di Bali merupakan salah satu contohnya yang spesifik. Metodenya memecah-mecah bidang menjadi fragmen-fragmen kecil yang saling kait dan tergantung memberi kesan kerja penuh perhitungan sambil meminggirkan unsur sensibilitas. Suasana upacara dengan para perempuan mengenakan pakaian tradisi, dan sosok bangunan pura hanya muncul samar dari silang-silang garis dan bidang warna yang geometris tersebut.

sumber: Perjalanan Seni Lukis Indonesia. Jakarta. 2004. Hal.76

But Muchtar merupakan salah satu seniman yang penting dalam era seni rupa Indonesia. Ia merupakan salah satu penanda dimana paradigma estetik humanisme universal yang terbagung banyak merujuk pada proses pencarian kebebasan nilai dan jati diri manusia.

Sejak kecil ia tertarik kepada gambar-gambar ciptaan manusia. Mula-mula kepada gambar yang dibuat oleh ibunya sendiri, yang hingga kini tak dapat dilupakannya kelak. Kepribadiannya sebagai pelukis ditempa oleh Ries Mulder, seorang dosen Belanda.

Ungkapan bahasa liris banyak dihadirkan sebagai manifestasi nilai personal dan pengungkapan jiwa murni, dimana di dalamnya terkandung berbagai muatan emosi, intelektualitas, dan nilai spiritual.  Paradigma inilah yang banyak mengarahkan But Muchtar dalam melakukan eksplorasi nilai-nilai humanistik yang menjadi ciri khas dalam karya-karyanya.

But sangat mengagumi pelukis Fernand Leger dan Jacque Villion. Fernand Leger karena keras dan kontras dalam warna, sedangkan Villion lembut dan harmonis. Pengaruh kedua pelukis itu dalam karya-karyanya, tak bisa dielakkan.

Karya But Muchtar

But sudah menciptakan ratusan karya sejak mengawali debutnya sebagai pelukis, tahun 1951 dan pematung tahun 1960, kira-kira hanya 15 lukisan dan 4 patung dalam setahun. Semula dia menganut aliran naturalisme, kemudian lebih condong ke kubisme. Di antara lukisannya yang terkenal, adalah “Wanita Bali” yang ia lukis tahun 1957, mendapat hadiah Stralem pada First Asian Young Artist Exhibition di Tokyo, dan “Potret Diri”, yang dimuat dalam buku Indonesian Art karangan Claire Holt. 

Gaya Nonrepresentatif

Bentuk lukisan But sulit untuk dikenal. Bentuk dasar dari gaya lukisannya sudah meninggalkan bentuk aslinya, dan pada prinsipnya lebih menekankan pada unusr-unsur formal, struktur, unsur rupa, dan prinsip estetik. Gaya seni lukis nonrepresentatif milik But Mochtar berupa susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari bentuk alam. Gaya ini memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apapun, gaya ini menonjolkan bidang yang diisi oleh warna dan dipilah dengan garis-garis tegas.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/but-muchtar https://id.m.wikipedia.org/wiki/But_Muchtar
Comments
Loading...