Lukisan “Old Coconut Series” (Rinaldi Syam)

Old Coconut Series - Rinaldi Syam
0 1.372

Lukisan Old Coconut Series merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rinaldi Syam.

Old Coconut Series – Rinaldi Syam
  • Pelukis : Rinaldi Syam
  • Judul : “Old Coconut Series”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : 55.1 H x 63 W x 2 in

Deskripsi Lukisan Old Coconut Series

Lukisan ini merupakan lukisan still life dengan gaya realisme. Dengan teknik melukis menggunakan akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang seri kelapa tua sebagai objek inspirasional dalam memuat karya.

Makna Lukisan

Buah kelapa bisa diibaratkan sebagai kekuasaan. Kekuasaan sangat besar artinya dalam kehidupan manusia. Bila kekuasaan baik, lurus dan amanah; maka sejahteralah kehidupan insan. Bila kekuasaan curang dan korup; maka menderitalah kehidupan manusia. Sama halnya, ketika buah kelapa digunakan untuk masak-memasak secara layak, maka kenikmatan hasilnya. Tetapi ketika buah kelapa dibuang-buang, dibakar percuma, atau disiram zat-zat kimia berbahaya, maka hal itu seperti keadaan: menyia-nyiakan kekuasaan.

Kekuasaan bukan sesuatu yang mudah diraih. Ia tak akan bisa didapat dengan usaha ecek-ecek, dengan santai-santai, dengan angan-angan, hanya ceramah atau diskusi, atau sekedar membuat demo dimana-mana. Tidak akan semudah itu meraih kekuasaan. Siapapun yang berhajat pada kekuasaan ini, harus “menyediakan golok”, harus memiliki “tenaga kuat”, dan sekaligus “pengalaman membuka buah kelapa”. Urusan kekuasaan tidak bisa diatasi dengan sekali dua kali mengaji, seminggu dua minggu ikut training, lalu kekuasaan pun terhidang di tangan.

Untuk sampai ke titik kekuasaan, kita harus menyingkirkan banyak penghalang. Penghalang-penghalang itu adalah segala kekuatan yang selama ini menjaga suatu sistem kekuasaan. Secara riil kekuasaan itu selalu dilindungi oleh kekuatan dengan segala bentuknya, apakah berupa jaringan, konstruksi politik, UU, alat negara, modal, dll. Bahkan kesadaran masyarakat juga termasuk penjaga dari suatu sistem politik yang berlaku. Tanpa menyingkirkan penjaga-penjaga kekuasaan itu.

Begitulah hakikat kekuasaan di tangan manusia. Kekuasaan bukan urusan yang lembek, lembut, atau lunak. Ia adalah urusan yang keras, kuat, tangguh. Maka untuk memegang kekuasaan ini tidak dibutuhkan manusia yang terlalu banyak toleransi, terlalu banyak memberi maaf, terlalu sering ragu-ragu, terlalu banyak pertimbangan, atau terlalu penakut. Para pemegang kekuasaan haruslah manusia yang pemberani, berkarakter, tegas, jelas, dan tidak ragu-ragu. Pemimpin itu tidak harus sangat pintar, sangat banyak ibadah, tampan, atau kutu buku. Tidak harus seperti itu. Tetapi wajib baginya memiliki ketegasan, keberanian, dan karakter kuat. Seperti saat kita ingin mendapatkan santan kelapa yang harus diparut terlebih dahulu dengan alatnya.

Urusan kekuasaan adalah urusan besar. Ia bukan urusan kecil, remeh, atau ecek-ecek. Ia benar-benar besar, dan memiliki dampak kehidupan secara luas. Untuk meraih kekuasan, untuk mengganti sistem kekuasaan, untuk memperbaiki kondisi kekuasaan; semua itu mengharuskan kita membayar resikonya. Siapapun yang ingin mengubah kekuasaan, dengan berharap tidak “jatuh korban”, adalah sangat mustahil. Hampir seluruh sejarah peristiwa peralihan sistem kekuasaan, disana selalu memakan korban. Memang peralihan kekuasaan yang mulus, bisa memininalisir korban; seperti menampung air kelapa di gelas. Tetapi peralihan kekuasaan yang kasar, seperti muncratnya air kelapa kemana-mana.

Begitulah karakter umumnya manusia. Sebagian besar manusia enggan untuk diajak membangun kekuasaan, memperbaiki kekuasaan, atau mengganti sistem kekuasaan. Sebagian besar akan “angkat tangan”. Tetapi bilamana kekuasaan itu sudah di tangan, sudah “terhidang di meja”, sudah “tinggal disantap”, mereka akan berebut mendapatkannya. Seperti manusia yang tidak ingin tahu menahu tentang proses mengolah buah kelapa, namun ketika sudah tersaji menjadi es kelapa, rendang dan lainnya, mereka akan saling berebut untuk mencicipinya.

Itulah sedikit tentang filosofi buah kelapa dalam kehidupan yang menjadi inspirasi dalam lukisan ini.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-old-coconut-series/350205/3854049/view https://m.eramuslim.com/peradaban/pemikiran-islam/am-waskito-ramadhan-dan-filosofi-buah-kelapa.htm
Comments
Loading...