Lukisan “Pangeling-eling Semar Pamong Nagari” Karya Sujiwo Tejo

Pangeling-eling Semar Pamong Nagari - Sujiwo Tejo
0 1.272

Lukisan “Pangeling-eling Semar Pamong Nagari” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Sujiwo Tejo.

Pangeling-eling Semar Pamong Nagari – Sujiwo Tejo
  • Pelukis : Sujiwo Tejo
  • Judul : “Pangeling-eling Semar Pamong Nagari
  • Tahun :
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : cm x cm

Deskripsi Lukisan “Pangeling-eling Semar Pamong Nagari”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas.

Perjalanan Karir

Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan Indonesia. Ia pernah mengikuti kuliah di ITB, namun kemudian mundur untuk meneruskan karier di dunia seni yang lebih disenanginya. Sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film seperti Janji Joni dan Detik Terakhir. Selain itu dia juga tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang berarti “Ketawa Bareng Tejo”.

Dalam aksinya sebagai dalang, ia sering melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya menjadi baik, Pandawa tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya

Karakteristik Lukisan

Menurut kurator Mikke Susanto, tak mudah untuk menyeleksi karya lukisan Sujiwo Tejo beraliran ekspresionis yang lebih dekat kepada karya Sujoyono ini. Pada lukisan seniman kelahiran Jember tahun 1962 ini ada ciri khas yang sangat unik yakni tanda tangan yang selalu berbeda pada tiap lukisannya.

Seniman Sujiwo Tejo mengekspresikan beragam karakter tokoh pewayangan Semar kedalam aneka lukisan. Sosok wayang berbadan tambun ini dilukis di atas kanvas dengan nuansa hitam putih.

Konsep Lukisan Wayang dan Semar

Sujiwo Tejo, seniman yang biasa dikenal sebagai dalang kontemporer mengatakan ada hal yang hanya bisa ia sampaikan melalui lukisan.

Ia mengatakan, tidak ada pesan yang disampaikan melalui lukisannya. Ia membebaskan penikmat seni menafsirkan lukisan miliknya. Ia menambahkan, tiap lukisan yang ia lukis merupakan gambaran budaya kearifan lokal Indonesia yaitu wayang.

Wayang adalah dasar pemikiran dari apa yang ia lukis. Meski dilukis dalam beragam karakter, sang seniman sekaligus dalang ini tetap ingin menggambarkan arti penting Semar sebagai tokoh penengah dan pemersatu. Misalnya saja lukisan Semar sedang memakai kemben. Sujiwo seperti hendak mengatakan Semar bukan hanya sosok yang tegas dan kuat tapi juga lemah lembut dan mengayomi.

Menurut Sujiwo, dalam pewayangan Semar adalah tokoh yang mewakili rakyat. Bahkan dia adalah dewa yang menjelma dalam diri rakyat. Sejumlah seniman menilai lukisan hitam putih karya Sujiwo bergaya ekspresionis kubisme. Namun, Sujiwo tak peduli dengan penamaan aliran itu. Dia hanya ingin mengingatkan kembali semangat Semar melalui lukisan-lukisannya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://sujiwotejo.com/ https://sujiwotejo.com/galeri-lukisan/ https://www.liputan6.com/news/read/150132/lukisan-semar-karya-sujiwo-tejo
Comments
Loading...