Lukisan “Pasangan Setia” Karya Adam Lay

Pasangan Setia - Adam Lay
0 1.272

Lukisan “Pasangan Setia” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Adam Lay.

Pasangan Setia – Adam Lay
  • Pelukis : Adam Lay
  • Judul : “Pasangan Setia”
  • Tahun : 1997
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 90 cm x 74 cm

Deskripsi Lukisan “Pasangan Setia”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.  Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan pasangan anjing yang sedang berpose di atas hamparan rerumputan berlatar pemandangan alam dan pepohonan hijau.

Perjalanan Karier

Adam Lay merupakan pelukis Indonesia kelahiran 25 September 1949 di Wonosobo. Adam dikenal sebagai pelukis spesialis kuda. Ia memilih kuda sebagai objek lukisannya karena menurutnya, ia ingin sekuat kuda. Hanya manusia sekuat kuda yang bisa bekerja tanpa jeda. Hanya kuda yang panjang napasnya. Tapi bagaimanapun, Adam hanyalah manusia biasa. Pada tahun 2005, ia terkena stroke dan lumpuh total.

Tema Lukisan

Karya-karya lukisan Adam memiliki daya ung­kap yang berbeda dan menun­jukkan kema­hiran tingkat tinggi. Karya Adam Lay melahirkan karya lukisan nan eksotis. Karyanya banyak bertemakan keakraban manusia dengan peliharaan­nya yakni kuda, burung langka,  anjing, dan juga lansekap.

Menurut Adam, dari lukisan hewan kita dapat mengambil sisi positif, entah itu mak­na atau sekedar apresiasi ten­tang kesadaran terhadap alam serta keseimbangan ko­loni yang ada.

Di masa sakitnya, Adam tetap melukis meski dengan objek berbeda. Ia mengeksplorasi burung Garuda, dilanjutkan dengan tokoh antagonis wayang Cakil dengan format baru

Lukisan Terakhir Adam Lay

Sebelum meninggal, Adam sempat menggoreskan karya terakhinya. Karya lukisan yang dibuat sebagai kenang-kenangan tahun kuda sekaligus pemilu itu ditandai dengan gambar 17 ekor kuda. Dalam lukisan tersebut tampak ke 17 kuda itu tengah berlari menuju puncak gunung.

Angka 17 disimbolkan sebagai tanggal proklamasi kemerdekaan (17 Agustus) dan jumlah rakaat salat lima waktu dalam Islam. Dalam lukisan tersebut pun digambarkan dua ekor kuda paling depan dengan kuda pertama diberi warna merah putih. Kuda tersebut disimbolkan sebagai warna bendera merah putih, kemudian kuda kedua berwarna hitam yang menyimbolkan pemimpin Indonesia yang akan datang.

Siapa yang ingin dilukiskan dengan kuda hitam tersebut belumlah terjawab. Karena Adam belum sempat menyelesaikan karyanya tersebut di sisa hidupnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artwork/Pasangan-Setia/FBEAA7A82A99B3BE http://arsip.gatra.com/2002-02-20/majalah/artikel.php?id=40677
Comments
Loading...