Lukisan “Pasar di Banyuwangi” (A. A. J. Payen)

Pasar di Banyuwangi - A. A. J. Payen
0 2.590

Lukisan Pasar di Banyuwangi merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis, A. A. J. Payen.

Pasar di Banyuwangi – A. A. J. Payen
  • Pelukis : A. A. J. Payen
  • Judul : “Pasar di Banyuwangi”
  • Tahun : –
  • Media : –
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan Pasar di Banyuwangi

Lukisan ini merupakan lukisan landscape dengan gaya Mooi Indie. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan tentang pemandangan salah satu pasar tradisional di Banyuwangi pada zaman dahulu.

Makna Lukisan

Banyuwangi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Selain itu Banyuwangi adalah ibu kota kabupaten ini. Posisinya sebagai ibukota kabupaten menjadikan banyaknya gedung-gedung pemerintahan, cabang-cabang perusahaan, dan pusat keramaian yang berdiri di wilayah ini. Wilayah ini dulunya disebut Wana Tirtaganda dan pertama kali menjadi pusat pemerintahan kabupaten pada 1774 saat Kanjeng Raden Tumennggung Wiraguna I atau Mas Alit diangkat menjadi bupati pada tahun yang sama.

Keadaan pada Zaman Kolonial Belanda

Pada zaman penjajahan Belanda, Kota Banyuwangi memiliki 3 hotel yakni sebuah hotel yang terletak di selatan Tegal Loji (sekarang Hotel Wisma Blambangan dan eks-Hotel Asia Afrika), Hotel Srikandi dan Hotel Slamet (sebelah barat stasiun lama). Hotel Tegal Loji biasanya digunakan oleh para penguasa Belanda, Hotel Srikandi untuk para pemain bola atau pemain sandiwara yang akan tampil di Banyuwangi dan Hotel Slamet digunakan oleh pedagang yang menaiki kereta api.

Uniknya pada zaman penjajahan, di setiap persimpangan kota terdapat kentongan. Kentongan paling besar berada di Simpang Lima dengan ornamen mata menjulur. Selain itu kentongan juga terdapat di Simpang Sritanjung, Simpang Singonegaran (kini pertemuan jalan Bengawan, Letkol Istiqlah, Kapten Ilyas dan jalan Kalilo) dan Simpang Lateng. Kentongan ini dibunyikan saat subuh dan harus dibunyikan bersamaan dengan lonceng yang berada di pendapa. Bunyi kentongan mengawali segala aktivitas kota. Pada waktu-waktu tersebut banyak para pedagang memikul dagangannya dengan berjalan (saat itu belum ada becak, namun yang ada hanyalah dokar. Namun dokar baru muncul saat matahari terbit). Saat bulan Ramadhan tiba, suasana malam kota menjadi lebih semarak. Toko-toko tutup lebih malam seiring dengan selesainya tarawih. Dan saat Idul Fitri tiba, diadakan pawai Puter Kayun (kereta kuda) yang diikuti penguasa Belanda, warga yang kaya dan warga biasa. Selain itu pada saat Idul Fitri, kawasan pelabuhan penuh dengan warga yang berlibur.

Keadaan Ekonomi

Aktivitas ekonomi di Kota Banyuwangi dapat dilihat dengan berdirinya pasar-pasar tradisional seperti Pasar Banyuwangi yang terletak di Kepatihan di sebelah barat Taman Blambangan. Aktivitas di Pasar Banyuwangi meningkat pada dini hari hingga pukul tujuh pagi. Di mana pada jam-jam tersebut, aktivitas perdagangan melebar hingga menimbulkan kemacetan di Jalan Diponegoro bagian utara dan menutup sebagian badan Jalan Jagapati. Di Pasar Banyuwangi terdapat petak-petak los pedagang yang terletak dari pinggir Jalan Karel Satsuit Tubun hingga ke dalam. Namun pedagang kaki lima masih menggunakan badan jalan sebagai tempat berdagang sehingga menimbulkan kemacetan. Akan tetapi, mulai tahun 2012 ada usaha untuk menertibkan pedagang (masih ada akan tetapi dirapikan) sehingga kemacetan bisa diminimalisasi dan badan jalan yang dapat dilewati bisa lebih luas. Selain Pasar Banyuwangi, terdapat juga Pasar Blambangan yang keberadaannya berdampingan dengan terminal angkot Blambangan, Lateng (Jalan Basuki Rahmat), Pasar Sobo di Jalan S.Parman dan Pasar Pujasera yang berdampingan dengan kawasan pecinan (China Town) di Jalan Pierre Tendean.

Itulah sekilas tentang pasar di Banyuwangi yang menjadi inspirasi dalam lukisan Mooi Indie ini.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://visualheritageblognasbahry.blogspot.co.id/ http://1.bp.blogspot.com/-AOtvPKIqBuU/U2bakXopzFI/AAAAAAAAJb8/pZdzZdkj2lI/s1600/A.J.Payen+pasar+di+banyuwangi.jpg https://id.m.wikipedia.org/wiki/Banyuwangi,_Banyuwangi
Comments
Loading...