Lukisan “Pemandangan di Candi Sukuh” (A. A. J. Payen)

Pemandangan di Candi Sukuh - A. A. J. Payen
0 3.629

Lukisan Pemandangan di Candi Sukuh merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis, A. A. J. Payen.

Pemandangan di Candi Sukuh – A. A. J. Payen
  • Pelukis : A. A. J. Payen
  • Judul : “Pemandangan di Candi Sukuh”
  • Tahun : –
  • Media : –
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan Pemandangan di Candi Sukuh

Lukisan ini merupakan lukisan landscape dengan gaya Mooi Indie. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan tentang pemandangan di salah satu Candi di Indonesia yaitu Candi Sukuh.

Makna Lukisan

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena ditemukannya objek pujaan lingga dan yoni. Candi ini dianggap kontroversial karena bentuknya yang kurang lazim dan karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit pada beberapa figurnya.

Candi Sukuh telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

Sejarah Singkat Penemuan Candi

Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928.

Lokasi Candi

Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07o37, 38’ 85’’ Lintang Selatan dan 111o07,. 52’65’’ Bujur Barat. Candi ini terletak di Dukuh Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 kilometer dari kota Karanganyar dan 36 kilometer dari Surakarta.

Struktur Bangunan Candi

Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung. Kesan yang didapatkan dari candi ini sungguh berbeda dengan yang didapatkan dari candi-candi besar di Jawa Tengah lainnya yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Bentuk bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan budaya Maya di Meksiko atau peninggalan budaya Inca di Peru. Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan bentuk-bentuk piramida di Mesir.

Kesan kesederhanaan ini menarik perhatian arkeolog termashyur Belanda, W.F. Stutterheim, pada tahun 1930. Ia mencoba menjelaskannya dengan memberikan tiga argumen. Pertama, kemungkinan pemahat Candi Sukuh bukan seorang tukang batu melainkan tukang kayu dari desa dan bukan dari kalangan keraton. Kedua, candi dibuat dengan agak tergesa-gesa sehingga kurang rapi. Ketiga, keadaan politik kala itu dengan menjelang keruntuhan Majapahit, tidak memungkinkan untuk membuat candi yang besar dan megah.

Siapapun yang memasuki pintu utama lalu memasuki gapura terbesar akan melihat bentuk arsitektur khas bahwa ini tidak disusun tegak lurus namun agak miring, berbentuk trapesium dengan atap di atasnya.

Batu-batuan di candi ini berwarna agak kemerahan, sebab batu-batu yang dipakai adalah jenis andesit.

Itulah sekilas tentang Candi Sukuh yang menjadi inspirasi dalam lukisan Mooi Indie ini.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://visualheritageblognasbahry.blogspot.co.id/ http://4.bp.blogspot.com/-9mjkeJ6KJ64/U2baj0JNLqI/AAAAAAAAJb4/X_GovcRJBvM/s1600/A.J.+Payen+pemandangan+di+candi+sukuh.jpg https://id.m.wikipedia.org/wiki/Candi_Sukuh
Comments
Loading...