Lukisan “Penari Legong” Karya Krijono

Penari Legong - Krijono
0 1.443

Lukisan “Penari Legong” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Krijono.

Penari Legong – Krijono
  • Pelukis : Krijono
  • Judul : “Penari Legong”
  • Tahun : 1998
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 85 x 90 cm

Deskripsi Lukisan “Penari Legong”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan potret penari Legong yang dilukiskan dengan warna-warna cerah dan mereka mewakili kepribadian sang perupa. 

Legong adalah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari gambuh. Arti kata Legong berasal dari kata “leg” artinya gerakan tari yang luwes (lentur) dan kata “gong” memiliki arti alat musik gamelan. Sehingga kata “Legong” memiliki arti gerak tari yang terikat (terutama aksentuasinya) oleh alat musik gamelan yang mengiringinya. Alat musik gamelan yang digunakan untuk mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan.

Karya-karya Krijono lebih cenderung menjadi karya seni bergaya Bali. Krijono melukis dengan warna-warna “aneh” dan tidak biasa. Ketika perupa lain melukis dengan gaya biasa secara normal, namun Krijono melukis wajah-wajah figur serta objek-objek pada lukisannya dengan warna-warna yang tidak biasa dan disitulah letak keunikannya.

Karakteristik Karya

Krijono lahir di Jakarta tanggal 11 Juli 1951, sedari kecil ia sudah mengenal dunia seni. Ayahnya seorang kolektor lukisan yang memiliki Harris Art Galery di Jakarta Selatan. Sedangkan Ibunya adalah seorang pengusaha yang memiliki pabrik batik. Jadi boleh dibilang darah seni memang sudah mengalir dalam keluarganya.

Media Lukisan Krijono

Pada tahun 1970 Krijono belajar di Akademi Seni Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Selesai itu ia melakukan perjalanan keluar negeri, seperti Jepang, Thailand, Australia, Belgia, dan Prancis.

Pada saat di Tokyo, ia mengadakan eksperimen dengan media termasuk batik, cat minyak, cat akrilik, dan bahkan ia menyatukan lukisan tradisional dan lukisan kimono sebagai kombinasi batik.

Setelah menggelar pameran batik di Eropa ia kembali ke Jakarta, dan untuk sementara waktu ia keluar dari dunia seni. Namun pada tahun 1980 ia kembali lagi kedunia seni dengan menggelar pameran tunggal yang menampilkan karya pertamanya bertema perempuan.

Permainan Warna Dalam Lukisan Krijono

Krijono sangat berbeda dengan pelukis lainnya, karena ia selalu menggunakan warna-warna cerah bahkan cenderung mencolok. Lukisannya senantiasa menggunakan warna tunggal yang juga memiliki tekstur dengan garis-garis tebal dari sapuan kuas yang spontan.

Mengenai penggunaan warna, Krijono merasa mampu memilih warna yang tepat dan menggunakannya untuk memenuhi karya ciptaannya. Dan ekstrimnya lagi, ia menolak mencampur warna untuk mendapatkan warna yang baru. Ia pernah berkata, “Aku seorang pelukis, bukan pencampur cat.”

Karya ekspresif dan flamboyannya telah dipamerkan ke seluruh dunia termasuk Italia dan Paris. Terlebih, ia juga ikut berpartisipasi dalam pameran solo dan pameran bersama di Indonesia, Singapore, Malaysia, dan Jepang.

Akhir Hayat Krijono

Ketika Krijono pindah ke Ubud, Bali, ia mengubah gayanya dan semakin kuat dalam ekspresinya serta full colour yang mencerminkan lingkungan dan peradaban Bali. Krijono meninggal dunia pada ahir November 2011 diusianya yang ke 60 tahun.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artwork/Penari-Legong/1A829CD73D7CA2E0 http://dqartgallery01.blogspot.com/2017/04/krijono-lahir-1951-keluarga-seniman-di.html?m=1
Comments
Loading...