Lukisan “Pengemis” (Affandi Koesoema)

Pengemis - Affandi Koesoema
0 3.700

Lukisan Pengemis merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Affandi Koesoema.

Pengemis – Affandi Koesoema
  • Pelukis : Affandi Koesoema
  • Judul : “Pengemis”
  • Tahun : 1974
  • Media : Oil On Canvas
  • Ukuran : 129 cm x 99 cm

Deskripsi Lukisan Pengemis

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstraksionisme, ekspresionisme, romantisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Imajinasi abstrak yang total merupakan pegangan kreasi dalam lukisan ini, yang kemudian terjelma dalam susunan warna yang jernih. Dengan aksentuasi.

Dalam bahasa visual, semua bentuk yang dihadirkan pelukis dapat dibaca dengan berbagai tingkatan penafsiran.

Lukisan ini merupakan manifestasi pencapaian gaya pribadinya yang kuat. Lewat Ekspresionisme, ia luluh dengan objek-objeknya bersama dengan empati yang tumbuh lewat proses pengamatan dan pendalaman. Setelah empati itu menjadi energi yang masak, maka terjadilah proses penuangan dalam lukisan seperti letupan gunung menuntaskan gejolak lavanya. Dalam setiap ekspresi, selain garis-garis lukisannya memunculkan energi yang meluap juga merekam penghayatan keharuan dunia batinnya. Dalam lukisan ini terlihat sesosok tubuh renta pengemis yang duduk menunggu pemberian santunan dari orang yang lewat. Penggambaran tubuh renta lewat sulur- sulur garis yang mengalir, menekankan ekspresi penderitaan pengemis itu. Warna coklat hitam yang membangun sosok tubuh, serta aksentuasi warnawarna kuning kehijauan sebagai latar belakang semakin mempertajam suasana muram yang terbangun dalam ekspresi keseluruhan.

Pilihan sosok pengemis sebagai objek-objek dalam lukisan tidak lepas dari empatinya pada kehidupan masyarakat bawah. Affandi adalah penghayat yang mudah terharu, sekaligus petualang hidup yang penuh vitalitas. Objek-objek rongsok dan jelata selalu menggugah empatinya. Namun selain itu, berbagai fenomena kehidupan yang dinamis juga terus menggugah kepekaaan estetiknya. Oleh karena itu, ia sering disebut sebagai seorang humanis dalam karya seninya. Dalam berbagai penyataan dan lukisannya, ia sering mengungkapkan bahwa matahari, tangan, dan kaki merupakan simbol kehidupan. Matahari merupakan manifestasi dari semangat hidup. Tangan menunjukkan sikap yang keras dalam berkarya, dan merealisasi segala idenya. Kaki merupakan ungkapan simbolik dari motivasi untuk terus melangkah maju dalam menjalani kehidupan. Simbol-simbol itu memang merupakan kristalisasi pengalaman dan sikap hidup Affandi, maupun proses perjalanan keseniannya yang keras dan panjang. Lewat sosok pengemis dalam lukisan ini, kristalisasi pengalaman hidup yang keras dan empati terhadap penderitaan itu dapat terbaca.

Makna Lukisan Secara Global

Dasar Penciptaan Karya

Lukisan karyanya banyak mengungkapkan kondisi sosial dan lingkungan alam, dan kerap menyertakan bentuk matahari sebagai objek.

Telah diketahui luas bahwa lukisan karya Affandi bukan sekedar mengekspresikan objek yang ada di alam, tetapi lebih jauh dari itu yakni sampai pada taraf mencari makna.

Landasan berpikir seperti ini ditandai dari fisik lukisannya. Pertama dari sisi garapannya yang memperlihatkan beberapa teknik, gaya dan penggambaran objek pelukisan. Kedua dari sudut ‘pesan’ ada kalanya ia melukis peristiwa atau objek di sekelilingnya, tetapi pada saat lain Affandi melukiskan dirinya sendiri.

Kesemuanya demi memuaskan hasratnya melukis. Kronologi penciptaannya, objek sebagai pencetus ekspresi artistiknya selalu melalui tahap observasi. Kemudian objek dipelajari secara mendalam karena dalam melukis ia memerlukan empati.

Dirinya seolah-olah menyatu dengan objek yang menjadi motif lukisannya. Bahkan terhadap masalah penderitaan, empatinya telah mengalami perluasan makna menjadi sikap humanisme. Jadi bukan hanya penderitaan manusia dan binatang, tetapi juga ‘penderitaan’ benda-benda.

Azas seperti ini menjadi obsesi daya kreatifnya, menyebabkan dia kerap melukis dengan suasana yang akrab dengan penderitaan.

Julukan kepada Affandi

Kelebihan dan keistimewaan Affandi dalam berkarya menyebabkan dirinya dinugerahi berbagai sebutan atau julukan. Misalnya saja sebagai pelukis Ekspresionisme Baru Indonesia. Ada pula yang menyebutnya Grand Maestro, kemudian ‘sang empu’ seni lukis Indonesia. Tentu saja dengan reputasi internasional.

Humanisme

Konsistensi pada humanisme merupakan titik tolak penciptaan dan perjuangannya dalam melukis, dan tentu saja ekspresi emosi yang tercurah disertai dengan eksperimen. Indikasi ini terlihat dari visualisasi karya-karyanya yang terdiri dari berbagai teknik dan objek pelukisan

Affandi termasuk seniman yang harus melukis dengan objek nyata dihadapannya, oleh karena itu objeknya harus akrab dengannya. Kondisi sosial, lingkungan alam, keluarga, sampai pada wajahnya sendiri merupakan situasi lingkungan kesehariannya.

Penguasaannya terhadap anatomi tubuh manusia secara akademis dinilai berhasil, karena Affandi mendalami teknik melukis para master dunia seperti Rembrandt, Rubens, Leonardo Da Vinci, atau para pelukis naturalisme-realisme lainnya yang terkenal hanya melalui karya reproduksi dalam buku.

Bagi Affandi, melukis bukan berdasarkan pikiran melainkan pada naluri. Tidak meniru dari apa yang tersaji oleh alam, tetapi menyaringnya secara intuitif sampai hanya pada esensinya saja.

Goresan sederhananya membentuk ketepatan yang meyakinkan sehingga garis-garis itu seolah menunjukkan cermin kepribadiannya. Lukisannya menjadi paduan emosi dan intuisi karena dimensi penciptaannya dikendalikan oleh sikap, instingtif, dan rasa yang fluktuatif sehingga karyanya menjadi temperamental.

Pada periode terakhir dari perjalanan ekspresinya Affandi tidak lagi memperlihatkan garis-garis emosif yang menggetarkan, ruang semakin kosong dan transparan. Ungkapan ekspresi yang liar telah berganti pada renungan.

Misalnya pada lukisan hampir terbenam, atau potret diri tak tercapai, namun karena tetap mempertahankan keyakinannya untuk terus melukis telah menjadi acuan seni lukisnya yang menegaskan bahwa alam dalam interpretasinya mengandung realitas yang dihadapinya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/img/artworks http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/affandi-1/page:13 https://media.neliti.com/media/publications/77329-ID-bagaimana-cara-mengamati-lukisan-karya-a.pdf
Comments
Loading...