Lukisan “Perahu” (Popo Iskandar)

Perahu - Popo Iskandar
0 5.535

Lukisan “Perahu” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Popo Iskandar.

Perahu – Popo Iskandar
  • Pelukis : Popo Iskandar
  • Judul : “Perahu”
  • Tahun : 1973
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 80 cm x 49 cm

Deskripsi Lukisan “Perahu”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme figuratife. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Karakteristik Karya

Popo iskandar termasuk sederetan pelukis terkemuka yang setia pada kodratnya, yaitu bekerja untuk melahirkan karya-karya seni lukis. Ia merupakan pelukis yang memiliki ciri kekuatan dengan gaya melukis ekspresif, terlebih untuk ekspresi figuratifnya yang telah menjadi panutan untuk generasi pelukis setelahnya. Selain sebagai pelukis dan pendidik di dalam pendidikan seni rupa, Popo Iskandar juga terkenal sebagai pemikir dan kritikus seni. Popo Iskandar dikenal sebagai pelukis yang sangat esensial dalam menangkap objek-objeknya. Hal itu bisa dilihat pada pengolahan nilai tekstur, efek-efek teknik transparan atau opaque dalam medium cat, maupun pengolahan deformasi dan komposisi objek-objeknya. Di samping itu, pelukis ini juga selalu melakukan penggalian psikologis untuk menampilkan esensi dan ekspresi objek yang akan dilukis. Dengan demikian karakter objek-objek itu bisa diungkapkan secara khas. Seperti pada serial kucing, ia menggali esensi binatang jinak, lucu, indah bahkan juga bisa memancarkan sifat-sifat misterius.

Tema Kucing Sebagai Ciri Khas Karya Popo Iskandar

Dari sejak awal tahun 1960-an ia lebih berfokus pada penggambaran akan ayam jago, kucing, dan harimau dalam pencariannya akan esensi dari ketiga binatang itu. Ia juga melukis tema-tema binatang lainya seperti ayam dan harimau. Sang Pelukis Maestro ini terkenal dengan ciri khas lukisan bertema kucing, dilukis dalam gaya ekspresionism bernuansa minimalis, dengan teknik cat tebal dan bertekstur. Salah satu alasan Popo Iskandar gemar melukis kucing, seperti yang pernah beliau ucapkan semasa hidup “ Tabiat kucing variatif, manja, binal dan buas, tapi penurut. Karena itu saya menyukainya” katanya. Dalam serial kucing, ia menggali esensi binatang jinak, lucu, indah bahkan juga bisa memancarkan sifat-sifat misterius. Dalam penghayatan objek-objeknya, Popo memang berhasil menampilkan karakter-karakter yang esensial.

Dengan demikian dapat dilihat misalnya, ia begitu piawai menampilkan kegagahan, kejantanan, dan nilai-nilai artistik pada objek ayam jago dan kuda. Dalam intensitas penghayatan juga dapat dilihat bagaimana rumpun-rumpun bambu yang ramping menjadi irama yang puitis dalam kanvasnya. Dari berbagai serial objek-objek itu, yang paling fenomenal dan akhirnya menjadi ciri identitas kepelukisan Popo Iskandar adalah objek kucing.

Kesimpulan Karya Popo Iskandar

Prinsip Dasar Penciptaan Karya

Prinsip dari konsep yang mendasari penciptaan karya-karya Popo Iskandar adalah keteguhannya dalam menerapkan rumusan (sistem nilai) keabadian seni atau keindahan yang berlaku universal, sehingga dapat dikatakan bahwa Popo menempatkan seni lukisnya dalam kerangka seni lukis modern. Dilihat dari segi dimensi dan bobot karyanya, Popo Iskandar dapat disorot dari berbagai aspek, diantaranya adalah aspek idealisme penciptaan (idea koseptual), aspek internal, dan aspek eksternal.

Faktor Lingkungan

Lingkungan kesundaan juga ikut mempengaruhi karyanya serta membentuk visi kesenimanannya. Dilihat dari segi kecenderungan perulangan pada tema-tema tertentu dalam perkembangan seni lukis Popo Iskandar.
Sejak tahun 1963 hingga 1990-an dapat dikatakan bahwa posisi seni lukis Popo Iskandar sebagai seni lukis representatif, namun tetap mempunyai ruang bagi penafsiran lain.

Gaya Lukisan Popo Iskandar

Dari segi gaya, terlihat ada dua kecenderungan pada seni lukis Popo Iskandar, yaitu kecenderungan ekspresif figuratif dan kecenderungan kubistik. Kecenderungan ekspresif figuratif dapat dibaca sebagai kecenderungan representatif, penyajian ulang merupakan khas dan beropini – yang merupakan kecenderungan dominan dalam perkembangan seni rupa Indonesia, sedangkan kecenderungan kubistik pada lukisan Popo Iskandar dapat dibaca sebagai kecenderungan yang memperhitungkan bentuk (formalisme). Berdasarkan kecenderungan perkembangan linear dalam dunia seni lukis Popo Iskandar, dapat dipandang bahwa Popo adalah pelukis modernis yang mencari esensi rupa melalui eksplorasi dan ekperimentasi. Dalam beberapa karyanya yang juga cukup penting dipahami, bahwa Popo Iskandar mengajak kita untuk membaca tanda-tanda alam atau simbol-simbol untuk memahami kesan dan makna dibalik karya-karyanya yang memungkinkan terjadinya kontemplasi dan dialog secara kontinyu.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/popo-iskandar https://www.scribd.com/document/339400399/Popo-Iskandar-Seniman-Budayawan-dan-Pendidik-Yabu-M-pdf
Comments
Loading...