Lukisan “Perempuan dan Bulan” Karya G. Sidharta Sugiyo

Perempuan dan Bulan - G. Sidharta Sugiyo
0 1.228

Lukisan “Perempuan dan Bulan” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, G. Sidharta Sugiyo.

Perempuan dan Bulan – G. Sidharta Sugiyo
  • Pelukis : G. Sidharta Sugiyo
  • Judul : “Perempuan dan Bulan”
  • Tahun : 1964
  • Media : Mixed Media
  • Ukuran : 75 cm x 63 cm

Deskripsi Lukisan “Perempuan dan Bulan”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, surelaisme, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran.

Latar Belakang

Walaupun lebih dikenal sebagai pematung, G. Sidharta juga banyak berkarya dengan medium seni grafis dan seni lukis. Sidharta dilahirkan sebagai anak ketiga dari sepuluh bersaudara. Ia mulai belajar melukis di Sanggar Pelukis Rakyat, Yogyakarta, yang kemudian dilanjutkannya di Akademi Seni Rupa Indonesia juga di Yogyakarta. Sebelum beralih ke seni patung, ia sempat mempelajari dasar-dasar melukis dari tokoh-tokoh pelukis seperti Hendra Gunawan dan Trubus pada tahun 1950-an. Pada tahun 1953 ia dikirim belajar di Jan van Eyck Academie di Maastricht, Belanda selama tiga tahun oleh misi Gereja Katolik.

Istilah dari kata kotemporer sudah muncul sejak tahun 70’an. Dan tokoh yang pertama kali menggunakan kata tersebut ialah Gregorius Sidharta yang digunakan untuk menamai karya seninya.

Karya seni yang mendunia tersebut adalah “Tangisan Dewi Betari”  dan “Tonggak Samudra”. Sejak saat itu istilah kontemporer banyak digunakan oleh pematung Indonesia untuk menamai karya mereka. Dan seringkali diperbarui serta disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Teknik dan Karakteristik Karya

Dalam seni rupa modern Indonesia, dapat dilihat bagaimana upaya seniman-seniman untuk bergayut dengan akar tradisi.  Sejak masa persagi, wacana pencarian seni lukis Indonesia Baru juga berkaitan dengan dipergunakannya elemen-elemen tradisi itu.  Demikian juga dengan masalah Orde Lama dan Orde Baru, semangat itu tetap tumbuh dengan dikuatkan dorongan politik kebudayaan pemerintah dalam memelihara kepribadian nasional lewat kesenian.  Berbagai elemen tradisi seperti ragam hias, simbol-simbol, dan payung etnis, topeng, wayang, pertunjukan dan ritual tradisional, beserta arsitekturnya sering diungkapkan dengan spirit dan idiom visual modern.

Karya G. Sidharta ini, juga memberikan makna yang kuat tentang semangat pencarian kepribadian nasional dalam seni lukis modern.  Dalam perjalanan karirnya, ia selalu memperlihatkan pergulatan yang intens dengan pemikiran yang mistis Jawa yang dihadapkan pada jiwa zaman modern.  Penggalian kreatif itu, kelak akan membawanya sebagai seniman kontemporer yang memanfaatkan dan mengkritisi nilai-nilai tradisi itu.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/g-sidharta-1/page:3 http://civas.fsrd.itb.ac.id/data/gregorius-sidharta
Comments
Loading...