Lukisan “Perjalanan I” (Wakidi)

Perjalanan I - Wakidi
0 3.718

Lukisan Perjalanan I merupakan salah satu lukisan karya Wakidi yang menampilkan stereotip Mooi Indie dengan kekhasannya.

Perjalanan I – Wakidi
  • Pelukis : Wakidi
  • Judul : “Perjalanan I”
  • Tahun : 1950 – 1960
  • Media : Cat minyak pada kanvas
  • Ukuran : cm x  cm

Deskripsi Lukisan Perjalanan I

Lukisan ini merupakan lukisan realisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Lukisan ini menggambarkan tentang seorang pria menapaki jalan berliku dengan latar belakang pohon, batuan dan gunung.

Makna Lukisan

Gaya Mooi Indie

Wakidi ialah tokoh sentral lukis modern Indonesia setelah kepergian Raden Saleh. Wakidi seolah mengestapetkan perjuangan yang dirintis oleh Raden Saleh demi kemajuan Seni Rupa Indonesia.

Penggayaan lukis Romanticism (Romantisme) atau lebih dikenal diIndonesia sendiri sebagai Mooi Indie (Hindia Molek) yang menjadi corak dalam karya-karya lukis Wakidi. Romanticism atau Romantisme itu sendiri adalah penggayaan karya seni khususnya seni lukis yang lebih menonjolkan keindahan visual dibandingkan cerita yang ada dibaliknya.

Namun berebeda halnya dengan romantisme dalam karya Wakidi yang seolah-olah memberi argumen bahwa Romantisme hanyalah sebuah gaya lukis, jauh dibalik penggayaan Romantisme tersebut ada muatan yang lebih humanistik yang dikodekan dengan indahnya dalam potret landskap lukisan-lukisan Wakidi.

Wakidi umumnya tidak tertarik untuk menggambarkan manusia. Ada beberapa alasan, Wakidi tidak menguasai teknik menggambar wajah atau memang tidak suka atau “tuntutan lingkungan? Memang, Sebagai pelukis era “Moi Indie” (India Molek) beliau telah diletakkan dalam peta seni lukis Indonesia yang hanya menggambarkan keindahan alam.

Pergaulannya dengan lingkungan hanya sebatas lingkungan keluarga dan kelompok terdidik di Bukittinggi. Hal ini menempatkan Wakidi  sebagai figur tersendiri yang dihargai masyarakat sebagai  pelukis yang berbeda dengan masyarakat umumnya.

Namun bukan berarti Wakidi tidak “mengikuti selera” lingkungannya, justru dengan diskusi-diskusi dan “pesanan lukisan” yang selalu mengarah kepada lukisan “lanskap alam” dan bukan untuk lukisan potret atau “imaji tokoh tertentu”, atau lukisan ekspresif gaya Soejoyono, atau mematrikan sebuah “adegan dramatik”, dan atau sebuah pose tokoh versi Basuki Abdullah. Dia sebenarnya menjawab tuntutan lingkungannya.

Dengan pandangan seperti ini, beliau kemudian memusatkan perhatian hanya untuk mengajar dan melukis, khususnya pemandangan alam dan tenggelam di dalamnya.

Hampir seperti para seniman mooi indie lainnya, dalam proses berkaryanya Wakidi melakukan observasi dengan melakukan pendekatan langsung dengan pemandangan alam yang akan dilukiskannya.

Wakidi berusaha untuk menghadirkan realitas keindahan pemandangan alam tersebut seobjektif mungkin walaupun dengan sedikit pendekatan subjektif seperti melakukan perubahan gelap-terang.

Teknik Chiaroscuro

Hampir semua lukisan Wakidi menggambarkan waktu sore hari, yang ingin di tangkap adalah permainan cahaya (teknik chiaroscuro) yang jatuh pada bebatuan dan semak-semak, pepohonan, puncak-puncak karang, bukit dan lereng-lereng gunung, lapis demi lapis. Setiap lapisan ini dibuat dengan sangat hati-hati dan detail.

Teori Warna Wakidi

Pemakaian warna oleh Wakidi juga khas, karena Wakidi mempunyai teori sendiri tentang warna. Dia membagi warna itu berdasarkan sebutan ” warna cahaya: dan warna “bayangan” dan “warna kontur”.

Wakidi jarang membuat sapuan kuas yang kasar dan yang bersifat ekspresif, apalagi sapuan kuas yang lebar dan halus seperti untuk menggambarkan kulit manusia.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

 

Source http://visualheritageblognasbahry.blogspot.co.id http://2.bp.blogspot.com/-l3qGfNfdOX8/U0lgP2c2E5I/AAAAAAAAIxQ/cg8Pvt7K68c/s1600/Perjalanan.jpg http://visualheritageblognasbahry.blogspot.co.id/2011/01/beberapa-karya-wakidi.html?m=1
Comments
Loading...