Lukisan “Pinisi” Karya Rusdi Trunajaya

Pinisi - Rusdi Trunajaya
0 5.406

Lukisan “Pinisi” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rusdi Trunajaya.

Pinisi – Rusdi Trunajaya
  • Pelukis : Rusdi Trunajaya
  • Judul : “Pinisi”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan “Pinisi”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Karya Rusdi dikenal dengan gaya realisme sosialisnya. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan pinisi. Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pinisi sebenarnya merupakan nama layar.

Karya-karya Rusdi umumnya bertemakan keseharian rakyat dan potret pekerja seperti petani, nelayan, dan buruh. Hal ini berkorelasi dengan asas seni rupa kerakyatan yang menekankan rakyat kecil sebagai pokok soal. Namun, sekalipun Rusdi sering menghasilkan karya beraliran realisme sosialis, pada kenyataannya karya-karya yang dihasilkan tidak menjadi kaku dan seragam.

Karakteristik Karya

Tahapan Analisis memperlihatkan bahwa karya Rusdi menampilkan visual yang berbeda daripada sekadar meniru gaya realisme sosialis Uni Soviet dan Tiongkok, terutama dapat dilihat pada lukisannya. Rusdi memiliki kencenderungan berkeseniannya sendiri.

Kesimpulan dari penelitian yang pernah dilakukan untuk menganalisis karya Rusdi adalah korelasi antara realisme sosialis dengan karya para Rusdi lebih merupakan sebuah semangat daripada sebuah gaya yang mudah dilihat secara visual.

Tema Lukisan

Tema utama karyanya mencakup kehidupan rakyat biasa dan perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan Jepang. Sayangnya, karena alasan ideologi, di Indonesia sendiri tidak banyak tersisa karya sosialis miliknya dari era 1950 – 1960-an.

Fungsi penyadaran pada karya Rusdi lebih dekat sebagai deskripsi sosial dibandingkan ekspresi politik dan ideologi. Deskripsi sosial menunjukkan bagian kecil dalam kehidupan yang sering kali berlalu begitu saja. Seperti dalam disertasi Chernyshevsky, realitas selalu hadir di hadapan seseorang sehingga tidak ada keistimewaan saat berhadapan dengannya. Seni berfungsi untuk mengingatkan publik pada aspek kehidupan yang sering kali berlalu begitu saja. Oleh karena itu tema kaum kecil dan potret keseharian menjadi paling sering diangkat, agar publik disadarkan pada keberadaan mereka. Ini juga untuk mengingatkan publik bahwa mereka merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Bagi rakyat kecil, lukisan -lukisan Rusdi memiliki fungsi agar mereka merasa memiliki karya seni tersebut.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://arsip.galeri-nasional.or.id/ http://arsip.galeri-nasional.or.id/pelaku_seni/rusdi-trunadjaya-alm/karya http://lingkarsenibudayaluwutimur.blogspot.com/2011/11/mengenang-rusdi-trunajaya.html?m=1
Comments
Loading...