Lukisan “Pohon Waringin (Banyan Tree)” (Arie Smit)

Pohon Waringin (Bayan Tree) - Arie Smit
0 2.485

Lukisan Pohon Waringin (Banyan Tree) merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Arie Smit.

Pohon Waringin (Bayan Tree) – Arie Smit
  • Pelukis : Arie Smit
  • Judul : “Pohon Waringin (Banyan Tree)”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic On Paper
  • Ukuran : 27 cm x 39.5 cm

Deskripsi Lukisan Pohon Waringin (Banyan Tree)

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, naturalisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan cat akrilik di atas kertas.

Lukisan ini menggambarkan keindahan pohon waringin atau beringin.

Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genusFicus lain dari suku ara-araan atau Moraceae), yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki araki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.

Beringin sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat. Sesaji sering diberikan di bawah pohon beringin yang telah tua dan berukuran besar karena dianggap sebagai tempat kekuatan magis berkumpul. (Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Beringin)

Makna Lukisan

Smit adalah seorang maestro pemburu cahaya. Lukisan – lukisan karya Arie Smit memiliki bentuk sederhana atau naif.

Panorama Bali yang berlimpah “cahaya” menjadi esensi lukisannya yang termanifestasi dalam setiap sapuan kuas di atas kanvas yang bergelimang warna.

Dalam melukis, Arie selalu menghadirkan lapisan-lapisan warna. Di dalam biru ada biru lain, ada biru yang lain, dan ada biru-biru yang lain lagi.

Aliran Gaya Young Artist

Perpaduan warna-warna yang cerah dengan penempatan yang tidak lazim dan janggal, namun harmonis menjadi gaya dan ciri tersendiri karya lukis “Young Artist” yang diperkenalkan oleh Adrianus Wilhelmus Smith.

Aliran “Young Artist” yang ditekuni dan diajarkan kepada anak didiknya secara nonformal, mampu memberi warna dan corak khas serta fantastik. Seperti yang banyak dihasilkan seniman Desa Penestanan, yang memperkaya khasanah perkembangan seni lukis di Pulau Dewata.

Sosok Arie Smith dalam aktivitas seni dikenal sebagai pelukis pemuja “alam lewat warna”, dimanifestasikan dengan kemurnian jiwa seorang penjelajah yang berjalan di bawah cahaya matahari tropik.

Di atas kanvas atau kertas, goresannya serta merta bersemburan citra ragam unsur warna yang selalu nampak menyelimuti segala benda dan panorama yang diabadikan.

Karya-karya seni hasil ciptaan Arie Smith menjadi koleksi sejumlah museum di dalam dan luar negeri, antara lain mengangkat tema-tema objek beragam dari gunung sampai laut.

Ciri dan warna lukisannya adalah antara semu dan samar, ditimpa berbagai warna marak. Dua unsur utama lukisan-lukisannya, yakni bentuk dan warna, menyatu dalan sintesa yang masing-masing tampak tidak perlu ditampilkan dominasinya.

Karya-karya Arie merupakan wujud ucapan terima kasihnya kepada matahari. Apabila kita melihat lukisan Arie yang menggambarkan pemandangan kota, persawahan, pohon beringin, gunung, kebun bunga, atau orang-orang di pura, sesungguhnya yang ingin dihadirkan adalah warna, sebagai representasi dari cahaya.

Karya Smit mirip dengan nyanyian kanak-kanak yang meletup dari sebuah penghayatan penuh realisme puitik.

Arie Smit telah memperlihatkan dirinya sebagai salah seorang pelukis terpenting di Indonesia. Lebih dari itu, sosok Arie sebagai cerminan lukisannya bahwa (menjadi) Indonesia bagaikan berkas cahaya yang melampaui sekat-sekat identitas yang subtil.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.artnet.com/ http://www.artnet.com/artists/arie-smit/pohon-waringin-banyan-tree-7Z_Ax2WECT8ZX2lGSPo1-g2 https://www.google.com/search?ie=UTF-8&source=android-browser&q=analisis+lukisan+arie+smit
Comments
Loading...