Lukisan “Portrait (1974)” Karya Rustamadji

Portrait (1974) - Rustamadji
0 6.531

Lukisan “Portrait (1974)” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Rustamadji.

Portrait (1974) – Rustamadji
  • Pelukis : Rustamadji
  • Judul : “Portrait (1974)”
  • Tahun : 1974
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 48 cm x 31 cm

Deskripsi Lukisan “Portrait (1974)”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan potret dirinya yang terlihat sangat menarik dengan rambut pendeknya yang sedikit ikal, menatap diantara kelopak matanya yang besar, mengenakan jas berwarna senada dengan latar lukisan.

Latar Belakang

Rustamadji dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 19 Januari 1921. Ia dikenal sebagai pelukis otodidak yang pernah bergabung dengan Pelukis Rakyat tahun 1948. Selain melukis, dia juga menulis dan merupakan seorang pematung.

Pelukis Otodidak

Rustamadji merupakan pelukis re­alis yang belajar melukis se­cara man­diri. Meskipun dia pe­lukis realis otodidak, pelukis yang tidak pernah mengenyam studi seni lu­kis di sekolah seni secara formal, namun lukisan-lukisannya menun­jukkan kemampuan seo­rang pelukis akademis.

Teknik Lukisan Rustamadji

Rustamadji sa­ngat menguasai teori war­na, ben­tuk, komposisi, dan unsur-un­sur seni rupa lainnya. Se­perti hal­nya lu­kisan-lukisan realis, lu­kisan karyanya mengungkap­kan realitas ke­hidupan yang ada di sekitar pelukis. Ke­­hidupan masyarakat kam­pung di sebuah kota kecil di Kla­­ten yang menjadi tempat ting­gal­nya. Realitas kehidup­an masya­ra­kat pedesaan dilu­kis­kan kembali se­cara nyata, tam­pak seperti yang ter­lihat oleh mata.

Pemandangan sehari-hari se­perti anak kecil memberi ma­kan sekawa­nan ayam, orang-orang meminum air kela­pa, penjual es dengan ge­ro­bak dorong, adalah beberapa subject matter lukisannya.

Objek Lukisan Rustamadji

Ke­mampuan piktorial (cara penyajian suatu gambar tiga dimensi terhadap bidang dua dimensi) nya sa­ngat tinggi, dia mampu me­lukiskan objek-objek lukisan secara de­tail. Pe­lukis yang men­jalani hidup dengan nilai-nilai spiritualitas keagamaan ini mengungkapkan realitas sehari-hari sebagai ungka­pan nilai-ni­lai ke­illahian.

Kolektor Lukisan Rustamadji

Presiden RI pertama, Soe­kar­no sa­ngat menyukai karya-karyanya, salah satu lukisan­nya dikoleksi untuk menghiasi Istana Kepreside­nan RI. Luki­san yang dikoleksi tersebut ter­­dokumentasikan dalam bu­ku (jilid II) lukisan-lukisan koleksi Presiden RI. Selain di ko­leksi oleh Soekarno, lukis­an-lukisannya juga dikoleksi oleh sejumlah ko­lektor lain­nya, di antaranya Adam Malik mantan wakil presiden RI (al­­marhum).

Tema Lukisan Rustamadji

Rustamadji sangat kreatif dalam ber­ka­rya. Tema-tema lu­­kisannya sa­ngat bervariasi. Ada pe­man­da­ngan pegunungan, danau, per­­­sawahan, hutan, sungai, dan sebagainya.

Lukisan ten­tang kehidupan ma­syarakat di kampung ada­lah salah satu di antara tema-tema lukisannya. Tema terse­but jarang dilukis­kan pelukis. Suatu keindahan kehidupan masyarakat kampung yang se­der­hana dan ku­rang diperhati­kan. Tam­pak sangat menarik ketika diekspre­si­kan melalui lukisan.

Luki­san tentang aktivitas masya­ra­kat di kampung, hingga je­muran pakaian orang kampung. Ob­jek-objek se­derhana, yang bisa ki­ta jumpai dalam ke­hidupan se­hari-hari, tampak sa­ngat me­narik dikemas dalam setiap karyanya.

Memilih Pulang ke Tanah Kelahirannya

Rustamadji satu generasi de­ngan pelukis S. Soedjojono, Hendra Guna­wan, Batara Lu­bis, dan Sudarso.  Tahun 1968 dia kembali ke kam­pung hala­mannya di Klaten, setelah sebelumnya merintis karir di berba­gai ko­­ta seperti Malang, Yogyakarta, dan Jakarta.

Dia memilih tinggal di kota kecil daripada kota-ko­ta besar yang ada di Indonesia. Menjauhi ke­hidupan ra­mai, memilih kota kecil yang tenang dan agak sepi. Di kota kecil tersebut, kreativitas dan produktivitasnya sebagai seo­rang pelukis justru makin me­ningkat.

Rustamadji adalah pelukis kontemplatif, me­lu­kis melalui perenungan men­dalam terhadap objek yang akan dilukis­kan­nya. Dia bukan sekedar melukis­kan yang terlihat, tetapi mampu me­nuangkan kembali suasana objek yang dilukiskannya. Lukisan buah nangka di pohon tampak seolah-olah seperti bu­ah dan pohon se­be­narnya.

Kita seperti berhadapan de­ngan re­alitas dan suasana ketika Rustamadji melukiskannya. Demikan ju­ga pada lukisan-lukisannya yang lain. Lu­kisan petani dengan ker­bau mem­­bajak sawah, anak petani meng­­g­iring sekawanan be­bek di sawah dan sebagai­nya.

Lukisan sua­sana kam­pung juga tampak seolah-olah kita berada di kampung sang pe­­­lukis saat meman­dangi­nya. Se­suatu yang sederhana men­ja­di me­na­rik ketika diungkap­kan de­ngan cara yang menarik. Itulah keunikan Rustamadji yang tidak banyak diketahui khalayak umum.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artist/Rustamadji/627FE1CD8126B918/Artworks http://harian.analisadaily.com/mobile/seni/news/dalam-lukisan-rustamdji/260916/2016/09/04
Comments
Loading...