Lukisan “Ramayana” Karya Adam Lay

Ramayana - Adam Lay
0 2.454

Lukisan “Ramayana” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Adam Lay.

Ramayana – Adam Lay
  • Pelukis : Adam Lay
  • Judul : “Ramayana”
  • Tahun : 1979
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 125 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Ramayana”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.  Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan tokoh Ramayana yang sedang bertarung di sebuah gua. Ramayana (dari bahasa SanskertaरामायणRāmâyaṇa; yang berasal dari kata Rāma dan Ayaṇa yang berarti “Perjalanan Rama”) adalah sebuah cerita/kisah kepahlawanan dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki dari cerita Dewi Sita. Cerita epos lainnya adalah Mahabharata. Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana, dan gubahan-gubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini. Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa dan Bali kuno, yaitu wayang dan sendra tari.

Perjalanan Karier

Adam Lay merupakan pelukis Indonesia kelahiran 25 September 1949 di Wonosobo. Adam dikenal sebagai pelukis spesialis kuda. Ia memilih kuda sebagai objek lukisannya karena menurutnya, ia ingin sekuat kuda. Hanya manusia sekuat kuda yang bisa bekerja tanpa jeda. Hanya kuda yang panjang napasnya. Tapi bagaimanapun, Adam hanyalah manusia biasa. Pada tahun 2005, ia terkena stroke dan lumpuh total.

Tema Lukisan

Karya-karya lukisan Adam memiliki daya ung­kap yang berbeda dan menun­jukkan kema­hiran tingkat tinggi. Karya Adam Lay melahirkan karya lukisan nan eksotis. Karyanya banyak bertemakan keakraban manusia dengan peliharaan­nya yakni kuda, burung langka,  anjing, dan juga lansekap.

Menurut Adam, dari lukisan hewan kita dapat mengambil sisi positif, entah itu mak­na atau sekedar apresiasi ten­tang kesadaran terhadap alam serta keseimbangan ko­loni yang ada.

Di masa sakitnya, Adam tetap melukis meski dengan objek berbeda. Ia mengeksplorasi burung Garuda, dilanjutkan dengan tokoh antagonis wayang Cakil dengan format baru.

Lukisan Terakhir Adam Lay

Sebelum meninggal, Adam sempat menggoreskan karya terakhinya. Karya lukisan yang dibuat sebagai kenang-kenangan tahun kuda sekaligus pemilu itu ditandai dengan gambar 17 ekor kuda. Dalam lukisan tersebut tampak ke 17 kuda itu tengah berlari menuju puncak gunung.

Angka 17 disimbolkan sebagai tanggal proklamasi kemerdekaan (17 Agustus) dan jumlah rakaat salat lima waktu dalam Islam. Dalam lukisan tersebut pun digambarkan dua ekor kuda paling depan dengan kuda pertama diberi warna merah putih. Kuda tersebut disimbolkan sebagai warna bendera merah putih, kemudian kuda kedua berwarna hitam yang menyimbolkan pemimpin Indonesia yang akan datang.

Siapa yang ingin dilukiskan dengan kuda hitam tersebut belumlah terjawab. Karena Adam belum sempat menyelesaikan karyanya tersebut di sisa hidupnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia

Source https://www.mutualart.com/ https://www.mutualart.com/Artwork/Suasana-Pagi/84CDD3FAC9D8E4C4 http://arsip.gatra.com/2002-02-20/majalah/artikel.php?id=40677
Comments
Loading...