Lukisan “Red Medium Yellow Light” (Kokok P. Sancoko)

Red Medium Yellow Light - Kokok P. Sancoko
0 4.682

Lukisan Red Medium Yellow Light merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Kokok P. Sancoko.

Red Medium Yellow Light – Kokok P. Sancoko
  • Pelukis : Kokok P. Sancoko
  • Judul : “Red Medium Yellow Light”
  • Tahun : 2010
  • Media : Oil, Charcoal Pencil On Canvas
  • Ukuran : 110 cm x 110 cm

Deskripsi Lukisan Red Medium Yellow Light

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak dan bahan lain di atas kanvas.

Makna Lukisan

Lukisan karya Kokok P. Sancoko mengandung makna pendekatan inovatif pada keterampilan artistiknya mengubah karya masa Renaissance.

Dia “mengorbankan” pikiran dan waktu, demi praktek penciptaan hingga diujung upayanya. Secara menarik ia kemudian menghubungkan problem abstraksi bentuk dan proses otomatisi (automation) mesin [komputer digital] dengan problematika soal ‘garis-garis potong koordinatif’ (‘grids’) pada bidang kanvasnya ―meski nampak tipis, namun tetap signifikan.

Problematika lukisan Sancoko jelas bukan soal meniru imej digital [itu sehingga persis], selain justru menjadikannya sebagai model representasi yang bisa menarik kembali pengalaman kita yang melihatnya pada makna-makna struktur pengalaman yang bersifat intensional.

Lukisan-lukisan itu jadi semacam jendela representasi yang bersifat transparan, namun sekaligus berlaku sebagai model abstraksi bentuk yang bersifat material. Hasil-hasil proses ‘automation of perception’ yang jadi model rekonstruksi bentuk selanjutnya dikerjakan Sancoko sebagai tahap eksplorasi bidang dan ruang warna yang berkarakter transparan juga abstrak.

Eksperimental

Ia sering melakukan berbagai percobaan dan eksplorasi artistik yang menghasilkan karya-karya ‘eksperimental’ yang tidak berwujud lukisan. Ketika ia mengerjakan lukisannya, Kokok memang bekerja lebih ‘lambat’, menimbang banyak hal yang menjadikan hasil karya-karyanya memiliki kedalaman persoalan.

P. Sancoko secara intens menimbang dan mencoba memahami berbagai jejak dalam tradisi seni lukis itu sendiri, kemudian menghubungkannya dengan pengalamannya yang lebih dekat, yaitu: penampakan imej visual yang beredar mengitari keseharian hidup yang dijalaninya.

Lukisan-lukisan P. Sancoko hingga saat kini, tetap hidup dalam wawasan persoalan yang kaya dan bahkan maknanya mampu melampaui lingkaran kesadaran personal yang realtif bersifat terbatas. Karya-karya itu tak hanya berisi persoalan individual P. Sancoko yang berusaha dipahaminya, tetapi juga memberikan inspirasi dan koneksi terhadap persoalan yang lebih besar.

Apa yang dikerjakan P. Sancoko juga memiliki kaitan pada persoalan yang berlaku dalam tradisi seni lukis secara mendunia. Sancoko tak hendak menunjukkan narasi tentang suatu persitiwa yang pasti.

Karya-karyanya justru terlihat kabur akibat penumpukan imej dari beberapa peristiwa yang digambarkan dalam satu bingkai kanvas secara sekaligus, dan keseluruhannya nampak berhubungan secara visual namun sekaligus terpisah secara tekstual.

Apa yang dilukiskan oleh P. Sancoko boleh jadi adalah sebuah interplay diantara berbagai gambaran yang dihasilkan oleh proyeksi berbagai pengalaman yang bersifat emosional.

Pengalaman yang melibatkan aspek emosi inilah yang mampu menegaskan nilai penghayatan tentang imej yang menetap sebagai lukisan, terbedakan dari imej yang beredar dalam berbagai media dan teknologi masa kini.

Ia terus menggali sambil meneruskan apa yang telah dicapainya, ia melukis subject matter yang ia kerjakan (berupa obyek-obyek alam: kelopak bunga dan buah-buahan). Karya-karya P. Sancoko―, tak serta merta akan memiliki makna yang pasti, sebagaimana orang sering menduganya. Sebuah gambar, pada prakteknya, memiliki makna atau artinya karena terhubung pada pengalaman kita tentang gambar yang lain, dan hal ini menunjukan semacam rantai rujukan bentuk dan pemahaman yang tak berujung.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://www.sinsinfineart.com/ http://www.sinsinfineart.com/vlb_files/vlb_images_kokokpsancoko/kps10102.jpg http://emmitancagallery.blogspot.co.id/2014/05/mengingat-hidup-mengenang-sunyi-solo.html?m=1
Comments
Loading...