Lukisan “Reflection #1 Between Two Different Angle” Karya Agus Cahaya

Reflection #1 Between Two Different Angle - Agus Cahaya
0 1.226

Lukisan “Reflection #1 Between Two Different Angle” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Agus Cahaya.

Reflection #1 Between Two Different Angle – Agus Cahaya
  • Pelukis : Agus Cahaya
  • Judul : “Reflection #1 Between Two Different Angle
  • Tahun : 2012
  • Media : Mixed Media on Canvas
  • Ukuran : 200 x 190 cm

Deskripsi Lukisan “Reflection #1 Between Two Different Angle”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran di atas kanvas. 

Lukisan-lukisan realistik Agus berhasil menunjukkan perubahan Bali. Lukisannya menampilkan subject matter kaum muda di Bali. Pada lukisan-lukisan Agus,  tanda-tanda Bali nyaris hilang, digantikan atribut-atribut kaum muda yang bisa ditemukan di hampir semua kota-kota besar di Indonesia.  
Keberhasilan lukisan-lukisan itu terletak pada upayanya menampilkan suasana urban melalui penggambaran latar belakang. Di sini kecenderungan melukis realistik  membantu ia menampilkan tekstur dinding atau lorong yang dipenuhi sobekan-sobekan poster. Juga suasana mall yang dipenuhi berbagai merk produk yang dipancangkan bertumpukan.  Dalam totalitas ada tanda-tanda keriuhan yang mengesankan pada lukisan-lukisannya.

Karakteristik Lukisan

Agus Cahaya merupakan seorang pelukis muda yang berkarya di Bali. Ia dikenal sebagai pelukis yang menghasilkan lukisan-lukisan realistik yang cermat. Keberhasilan Agus Cahaya mengeksplorasi dan mengeksploitasi kemampuan teknik dalam berkarya tak lain hanya ingin menyajikan realitas masyarakat urban yang dirasakan riuh, terus bergerak tapi tidak bertabrakan, dengan memadukan beberapa unsur seni seperti fotografi dalam menangkap dan merekam refleksi juga multiplikasi bayangan pada kaca etalase, pantulan  kaca mata dan botol,  teknik menggambar air brush dengan perpaduan cat minyak dan akrilik, menghasilkan warna indah pada lukisan-lukisannya. 

Tema Lukisan

Lukisan-lukisan realistik Agus Cahaya menunjukkan kaitan khas pada tradisi menggambar model serta lukisan potret, hal ini terlihat secara menonjol dalam kebiasaan Agus mengambarkan pose-pose (model) tubuh manusia. Agus juga tertarik melakukan observasi lapangan untuk menemukan ‘model-model’ bagi karyanya dengan bantuan fotografi. Lukisan realistik Agus adalah salah satu contoh model perkembangan mutakhir lukisan realisme yang pada praktiknya dilakukan melampaui kebiasaan melukis objek (subject matter) karya secara langsung.
Dalam imajinasinya tanda-tanda visual itu mengepung kehidupan. Menggali pengalamannya sendiri, Agus merasa pengalaman melihatnya seperti tidak mampu merekam semua tanda-tanda ini. Ketika ia menelusuri lorong-lorong mall di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar maupun kota-kota besar lainnya ia merasa memorinya kewalahan menyimpan hasil penglihatannya. Kendati merasa memorinya sudah padat, Agus merasa tidak bisa melakukan seleksi (membuang yang tidak perlu) karena merasa semuanya menarik. 
dan menyadari inilah kenyataan pada kebudayaan masa kini. Ia mengemukakan, “Informasi yang kita dapat dari browsing internet, televisi, media sosial bahkan telpon selular, sama gencarnya dengan informasi melalui penglihatan.” Dengan sikap menerima ini Agus berusaha menemukan pesona pada tanda-tanda visual yang menyerbu yang dalam kajian visual culture disebut-sebut tidak bisa dikendalikan. Dalam proses merekam lewat kamera ia membiarkan kepadatan memori visualnya untuk mengendalikan keputusan-keputusannya pada pengambilan foto—Agus tidak menempuh terlalu banyak pertimbangan fotografis.

Media dan Teknik Lukisan

Dalam beberapa tahun terakhir ia membuat perkembangan dengan mamasukkan pendekatan grafis, membuat gambaran realistik dengan teknik air-brush. Perkembangan ini punya dasar. Sudah sejak awal ia melukis di Bali, Agus Cahaya tertarik pada perubahan Bali karena munculnya kehidupan urban. Melalui kepekaan artistik, Agus menemukan multiplikasi bayangan kaca karena pantulan ganda pada dua kaca berhadapan. Ia merekam kenyataan ini dan menampilkannya dalam lukisan dan gambar air-brush (teknik yang banyak digunakan di dunia iklan). Hasilnya, keriuhan urban yang memancing pemikiran.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/agus-cahaya http://emmitancagallery.blogspot.com/2012/07/invitation-we-are-cordially-invite-you_30.html
Comments
Loading...