Lukisan “Reflexi #2” (Boy Alkaf)

Reflexi #2 - Boy Alkaf
0 23.459

Lukisan Reflexi #2 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Boy Alkaf.

Reflexi #2 – Boy Alkaf
  • Pelukis  : Boy Alkaf
  • Judul : “Reflexi #2”
  • Ukuran  : 78.7 H x 59.1 W x 2 in
  • Tahun  :  –
  • Media : Acrylic and stone On Canvas and Stone, Other.

Deskripsi Lukisan Reflexi #2

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak ekspresionisme. Teknik pengecatan lukisan menggunakan bahan akrilik dan bahan lain di atas kanvas dan bahan lain. Lukisan ini menggambarkan tentang kehidupan seperti air.

Makna Lukisan

Hidup seperti air. Mengalir, beriak dan bergelombang dengan tenang. menjadi sumber kehidupan dari segala yang hidup. Namun, harus berhati-hati dengan air, karena jika air dibendung. ia dapat meratakan segala yang dilewatinya. Hiduplah seperti air yang memebentuk seperti wadah air itu sendiri.

Tuhan menciptakan air supaya manusia dapat mengambil pelajaran darinya. Sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah analog dengan sikap rendah hati pada manusia.

Air pasti berguna bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bawahnya, ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada pada posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya.

Dengan meniru sifat air, seharusnya kita bisa menjadi penolong bagi manusia lainnya yang sedang kesusahan atau sedang mengalami masalah.

Jika sifat air yang kedua ini benar-benar kita teladani, kita akan selalu mempunyai waktu untuk melengkapi kehidupan manusia dan akan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Artinya Kita menjadi manusia yang senang menolong dan suka berbagi, Karena sesunggihnya hati kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita.

Tak peduli seberapa jauh itu jaraknya dari muara. air pasti akan menuju dan tiba di sana.

Jika kita air yang mengalir, kita seharusnya memiliki visi kehidupan, hal utama yang patut diteladani dari pelajaran air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten.

Bayangkan, ada berapa banyak hambatan dilalui oleh air gunung untuk mencapai sebuah muara? mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan.

Tapi pada akhirnya ia tetap akan mengalir dan tiba di suatu muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari dan ada juga yang sampai beberapa minggu.

Patut diingat hal yang paling penting bukanlah waktu tempuh yang dilalui, tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai.

Berusahalah dan yakinlah bawasannya anda dapat menggapai suatu impian itu, karena jika Anda ragu akan suatu visi atau tujuan itu sudah dapat dipastikan akan banyaknya kegagalan yang akan Anda alami.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-reflexi-2/785353/2455219/view https://bukubiruku.com/filosofi-air/
Comments
Loading...