Lukisan “Reflexi #3” (Boy Alkaf)

Reflexi #3 - Boy Alkaf
0 4.624

Lukisan Reflexi #3 merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Boy Alkaf.

Reflexi #3 – Boy Alkaf
  • Pelukis  : Boy Alkaf
  • Judul : “Reflexi #3”
  • Ukuran  : 78.7 H x 59 W x 2 in
  • Tahun  :  –
  • Media : Acrylic and paint On Canvas

Deskripsi Lukisan Reflexi #3

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya abstrak ekspresionisme. Teknik pengecatan lukisan menggunakan akrilik dan bahan lain di atas kanvas. Lukisan ini menggambarkan tentang filosofi Minang Kabau.

Makna Lukisan

Indonesia yang terletak atas berbagai pulau menjadi negara yang banyak suku, adat, bahasa dan ajaran (adat). Keunikan seperti ini menjadi ciri khas bangsa indonesia untuk memajukan kebudayaan dan menjadi kekayaan, sekaligus menarik dalam keragaman corak adat istiadat di berbagai pulau/provinsi. Dengan demekian, indonesia menjadi bangsa yang berbeda dalam adat dan budaya.

  

Kita mengetahui bahwa Sumatra Barat memiliki etnis minangkabau. Komunitas minangkabau memakai garis matrilinial (keturunan ibu) yang menjadi alur keterunan. Sebagai garis pewaris adalah ibu yaitu perempuan di adat setempat.

Adat minangkabau memiliki filosofi hidup yakni perpaduan kehidupan yang berpegang kepada adat dan agama, sebagaimana ungkapan adat :

“Adat basandi syarak, syarak basandi kitabbullah, syarak mangato adat mamakai, alam takambang jadi guru”

Dengan perpaduan yang baik, kebudayaan Minangkabau akan berlaku universal. Langkah sekarang adalah, menjabarkan ajaran ABS-SBK, secara sistematis dan terprogram ke dalam berbagai sistem kehidupan. Dimulai dalam pelaksanaan pemerintahan di tingkat Nagari, seperti, kebersamaan, gotong royong, sahino samalu, kekerabatan, dan penghormatan sesama, atau barek sapikue ringan sajinijing, yang menjadi kekuatan di dalam incorporated social responsibility.

Kekusutan dalam masyarakat Minangkabau, khususnya di tingkat Nagari-nagari dapat diatasi dengan komunikasi dengan generasi muda. Persoalan prilaku harus mendapatkan porsi yang besar, selain persoalan kelembagaan. Prilaku orang Minang terutama generasi muda sangat mengkhawatirkan.

Selain lemahnya komunikasi, masalah yang muncul di Nagari adalah rapuhnya solidaritas. Diperlukan sosialisasi nilai-nilai budaya Minangkabau. Selanjutnya, membentuk kembali struktur masyarakat adat di Nagari-nagari.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/Painting-REFLEXI-3/785353/3122877/view https://www.google.com/search?ie=UTF-8&source=android-browser&q=filosofi+minangkabau
Comments
Loading...