Lukisan “Salamun Qoula Min Robbi Rokhim” Karya Amang Rahman Jubair

Salamun Qoula Min Robbi Rokhim - Amang Rahman Jubair
0 3.228

Lukisan “Salamun Qoula Min Robbi Rokhim” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Amang Rahman Jubair.

Salamun Qoula Min Robbi Rokhim – Amang Rahman Jubair
  • Pelukis : Amang Rahman Jubair
  • Judul : “Salamun Qoula Min Robbi Rokhim”
  • Tahun : 1984
  • Media : Oil Media on Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan “Salamun Qoula Min Robbi Rokhim”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas.

Dalam setiap lukisannya Amang mengangkat simbol-simbol melalui warna. Terutama warna biru, bentuk, dan sosok. la sekaligus memakai pengulangan bentuk dan menata ruangan di atas kanvas dengan cara yang teliti dan terampil.

Itulah ciri khas Amang untuk memberikan impresi tertentu, serta untuk memperkuat simbol-simbol tersebut. Menurutnya, biru merupakan simbol surga atau dunia rohani, sementara sosok hewan berkepala manusia adalah lambang dari kekuatan dan keindahan.

Bagi Amang Rahman Jubair berkesenian adalah masalah pilihan dan karenanya ia berkonsentrasi kepada obsesi tematik dan masalah estetik ekspresi simbolik lukisannya. Dan siapapun yang melihatnya akan menemukan corak lukisan yang khas, panorama semesta yang dibuat berlapis dan bertingkat-tingkat sehingga suasana sunyi dan mistis begitu dominan dengan satu atau beberapa figur yang ditinggalkan sendiri dalam kesepian dan siksaan rindu di tengah keluasan kosong, dan satu matahari atau bulan yang menjadi sumber dari keberadan – karena segalanya jadi tampak ada karena diterangi.

Karakteristik Karya

Karya lukisan Amang Rahman didasari oleh keluasan wawasan, aneka ragam pengalaman hidup lahir batin, serta perenungan selaku insan yang beriman Islam. Dasar tersebut telah melahirkan sikap hidup yang bersahaja, arif, dan bijaksana dalam menghadapi dan mengatasi kehidupan di dunia fana ini.

Beberapa unsur seperti keyakinan terhadap diri sendiri, pengalaman beragama yang kian mempertebal iman Islam, memahami hakikat hidup serta menghayati secara total dalam berkesenian telah diraih dan direfleksikan pada sebagian lukisan Amang Rahman Jubair, khususnya pada karyanya yang non-kaligrafis.

Penjelajahan dan pengembaraan ruang kehidupan manusia baik jasmani maupun rohani membentuk alam kesadaran Amang yang dimanifestasikan pada penguasaan ruang kanvas lukisan-lukisannya.

Jejak ini dapat disaksikan pada setiap lukisan Amang, terutama didalam meletakkan objek serta komposisinya yang esensial yaitu: alur horizontal, vertikal, dan diagonal. Pilihan objek utamanya sederhana. Sosok manusia, paling sedikit 2 dan paling banyak 9 figur dalam pola bentuk dan posisinya yang dilakukan secara berulang.

Teknik Lukisan

Penampilan unsur warna pada setiap lukisan Amang didominasi oleh pilihan warna biru, hijau, kuning, dan hitam dengan nuansa dari keempat warna pilihannya itu. Berlanjut pada efek warna yang menyiratkan cahaya dan merupakan esensi dari keutuhan tema sentral.

Pada penggunaan unsur garis, hampir setiap lukisan Amang bersifat efisien berupa kontur yang fungsional. Malah pada kebanyakan karyanya menampilkan unsur garis sebagai maksud bayangan yang dibangun dengan batas pertemuan kontras warna yang berbeda.

Menurut pengakuannya, Amang lebih puas menggunakan jari-jarinya termasuk telapak atau punggung tangannya sebagai pengganti kuas dan pisau palet untuk melukis. Terkadang ia juga menggunakan kain serbet untuk menghapus atau mencampur warna langsung ke atas kanvas.

Hasil kerja seperti itu, menjadikan wajah kanvas pada lukisan Amang tidak kasar, perubahan nuansa warna menjadi halus dan bentuk objeknya menjadi datar seperti halnya lukisan dekoratif dua dimensional.

Teknik yang matang meski tidak akademis karena dibangun dari kemauan belajar secara otodidak – dan kerja keras tidak kenal lelah. Namun hal itu berbanding terbalik ketika kita bertemu dengan Amang Rahman Jubair di luar studio dan kesuntukannya sebagai pelukis yang gigih. Ia bersiteguh mencari ciri khas sehingga lukisannya menjadi ikonik dan langsung merujuk ke diri seorang Amang Rahman Jubair saja.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://anakwayan9.blogspot.com/ http://anakwayan9.blogspot.com/2013/06/ambang-cakrawala-karya-amang-rahman.html?m=1 https://m2indonesia.com/tokoh/sastrawan/amang-rahman-jubair.htm
Comments
Loading...