Lukisan “Sapu Tangan Fang Yin” (Afriani)

Sapu Tangan Fang Yin - Afriani
0 26.546

Lukisan Sapu Tangan Fang Yin (Sniffer Fang Yin) merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Afriani.

  • Pelukis : Afriani
  • Judul : “Sapu Tangan Fang Yin (Sniffer Fang Yin)”
  • Tahun : –
  • Ukuran : 53.1 H x 53.1 W x 2 in
  • Media : Oil on Canvas

Makna Lukisan Sapu Tangan Fang Yin (Sniffer Fang Yin)

Lukisan ini adalah tentang tragedi Mei 1998, dimana kerusuhan massal di hampir semua kota di Indonesia, tujuannya adalah keturunan etnis Tionghoa yang menetap di Indonesia. Penyebabnya adalah krisis ekonomi yang melanda Indonesia mengakibatkan kecemburuan sosial etnis Tionghoa saat itu. Tragedi Mei 1998 juga menumbangkan rezim orde baru selama 32 tahun berkuasa diganti dengan reformasi.

Deskripsi Lukisan

Pada kerusuhan Mei 1998 banyak toko dan perusahaan dihancurkan oleh amuk massa—terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Medan dan Surakarta. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Tak hanya itu, seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan, bernama Ita Martadinata Haryono, yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun, juga diperkosa, disiksa, dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis, tak hanya sporadis.

Amuk massa membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan “Milik pribumi” atau “Pro-reformasi”. Sebagian masyarakat mengasosiasikan peristiwa ini dengan peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal yang sistematis atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi.

Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama yang dianggap kunci dari peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa bukti-bukti konkret tidak dapat ditemukan atas kasus-kasus pemerkosaan tersebut, namun pernyataan ini dibantah oleh banyak pihak.

Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun umumnya masyarakat Indonesia secara keseluruhan setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian (genosida) terhadap orang Tionghoa, walaupun masih menjadi kontroversi apakah kejadian ini merupakan sebuah peristiwa yang disusun secara sistematis oleh pemerintah atau perkembangan provokasi di kalangan tertentu hingga menyebar ke masyarakat.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Informasi Lukisan Indonesia Afriani
Comments
Loading...