Lukisan “Sebuah Mata untuk Mata” Karya Sigit Santoso

Sebuah Mata untuk Mata - Sigit Santoso
0 1.254

Lukisan “Sebuah Mata untuk Mata” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Sigit Santoso.

Sebuah Mata untuk Mata – Sigit Santoso
  • Pelukis : Sigit Santoso
  • Judul : “Sebuah Mata untuk Mata”
  • Tahun : 2002
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 70 cm x 120 cm

Deskripsi Lukisan “Sebuah Mata untuk Mata”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme – fotorafis, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Karya-karya Sigit banyak dipengaruhi oleh latar pekerjaannya sebagai desainer periklanan dan fashion. Banyak karyanya yang menampilkan ekspresi wajah perempuan dalam berbagai posisi, seperti menampilkan wajah-wajah para model fashion. 

Latar Belakang

Sigit Santoso, seniman lulusan ISI Yogyakarta yang tinggal di Sleman. Ia dikenal dengan karya-karyanya yang tidak biasa.

Setiap goresan di kanvas atau medium lukis lain, karyanya selalu memiliki makna-makna simbolik, filsafat seni, ungkapan kritik, simbol perlawanan, dan lain sebagainya. Tidak selalu mudah memahami karya-karya Sigit Santoso.

Teknik Dan Konsep Karya

Secara teknik, Sigit Santoso sudah mencapai maqam cukup tinggi. Dengan kecakapan melukis realisme-fotografis ala John De Andrea dan Richard Estes, yang kini banyak mengilhami para perupa di Nusantara, sang pelukis justru ingin melompat lebih jauh lagi.

Karya-karya Sigit lebih banyak di buat dengan menggunakan cat air di atas kertas. Menjadi titik balik penting dalam melihat pergeseran alur kreatif setiap karya Sigit. Rentetan karya yang terpajang waktu itu seperti sebuah alur metamorfosa dari karya yang naratif dengan pendekatan visual surealistik menuju karya-karya cynical realism (realisme sinis) yang penuh simplisitas secara visual namun kuat dan bernas  (berisi penuh tentang) dunia gagasannya. Terlebih bila menyimak karya-karyanya yang terakhir, kesan tersebut kian menguat.

Barangkali kecenderungan ini disadari Sigit sebagai bagian dari keterpengaruhan dirinya oleh karya kontempoter China, untuk kemudian menempatkannya sebagai bagian dari strategi dan siasat kreatifnya. Dengan ditunjang oleh kemampuan teknis yang sangat memadai, bagi Sigit, pencapaian visual ala “kontemporer China” bukanlah masalah besar. Lebih praktis dan lebih substantif pada pola dan capaian kerjanya. Baginya, ia sekarang hanya menghadapi problem ide yang harus terus diasah agar karyanya lebih tajam dan mendunia.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/f-sigit-santoso https://zenhae.wordpress.com/2008/10/16/kambing-belang/
Comments
Loading...