Lukisan “Sekitar Arta Gading” Karya JB. Iwan Sulistyo

Sekitar Arta Gading - JB. Iwan Sulistyo
0 1.367

Lukisan “Sekitar Arta Gading” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, JB. Iwan Sulistyo

Sekitar Arta Gading – JB. Iwan Sulistyo
  • Pelukis : JB. Iwan Sulistyo
  • Judul : “Sekitar Arta Gading”
  • Tahun : –
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 60 x 70 cm

Deskripsi Lukisan “Sekitar Arta Gading”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya ekspresionisme. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan panorama di sekitar Arta Gading, terlihat bangunan megah nan eksotis dibawah langit biru, dikelilingi pepohonan hijau.

Iwan tidak menggambarkan objek lukisan secara persis dengan objek aslinya (secara aktual), namun ia menggambarkannya dalam gaya tertentu yang menonjolkan aspek sesuai karakternya sendiri. Aspek ini berupa garis, dimana garis yang ia tonjolkan memperkuat bentuk objek serta memberi kesan tersendiri pada lukisan.

Ia biasanya menumpuk garis-garis sehingga menimbulkan kesan dimensi ruang atau gelap terang.

Latar Belakang

JB. Iwan Sulistyo lahir di Kudus, Jawa Tengah. Sejak kecil sudah menyukai kegiatan menggambar. Saat masih duduk di Sekolah Dasar (SD), ia mulai membuat gambar berbagai figur bintang film favoritnya, hewan, dan pemandangan alam dengan menggunakan pensil warna, ballpoint atau cat air. Pada tahun 1970, ketika ia duduk di bangku sekolah menengah, ia ikut serta dalam lomba menggambar yang diselenggarakan oleh Gallendra Art Shop dan ia menyabet juara pertama. Sejak itu, ia tidak pernah berhenti melukis.
 
Pendidikannya selain mengambil jurusan ekonomi, ia juga mengambil jurusan seni rupa. Keduanya di tempuh di Universitas Trisakti, Jakarta. Namun, pendidikan seni rupanya tidak sampai selesai, karena ia harus bekerja. Sambil bekerja, ia terus mendalami seni rupa dengan mengikuti pendidikan khusus melukis di Institut Kesenian Jakarta, ia juga mendalami kegiatan melukis dengan teknik batik.

Karakteristik Karya

Ketua IWC

Dengan gaya melukisnya yang condong ke ekspresionis modern ini, pelukis yang menjadi ketua  Indonesian Watercolor Community (IWC), menggantikan Barli Sasmitawinata (alm) ini dikenal kerap membuat lukisan bertema arsitektur, ladang panen, penari, dan bunga. Karya-karyanya banyak di koleksi sejumlah tokoh. Selain itu juga menghiasi sejumlah gedung terkenal seperti di kantor Bank Dunia, Bank Central Asia, Indofood, Seni Posting Hamilton Selandia Baru, Agung Rai Museum of Art, Museum Nasional Singapura dan hotel Ritz Carlton. Ia juga menerbitkan sejumlah buku yakni berjudul Moon Over the Horizon yang diluncurkan di the Batavia Art Gallery, Stamford House, Singapura, dan buku berjudul The Modern Expressionism yang di luncurkan di Galeri Nasional Jakarta.

Kemampuan Iwan mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional dalam setiap objek lukisan dengan memberikan efek atau variasi di suatu bagian-bagian tertentu membuat lukisannya terlihat menarik. Iwan banyak menampilkan lukisan pemandangan kota serta lansekap pedesaan.

Ia biasanya menumpuk garis-garis sehingga menimbulkan kesan dimensi ruang atau gelap terang. Pelukis dengan aliran ekspresionis memang memiliki kebebasan untuk berimajinasi dan kebebasan untuk menciptakan, karena tidak harus terpaku pada bentuk objek lukisan. Begitupun dengan karya lukisan JB Iwan Sulistyo.

Keindahan Alam dan Budaya Sulawesi Selatan di atas Kanvas JB. Iwan Sulistyo

Sebanyak 50 lukisan karya JB Iwan Sulistyo yang menggambarkan keindahan alam dan aneka ragam budaya Sulawesi Selatan (Sulsel) dipamerkan di hotel Clarion Makassar, pada tanggal 6 sampai 14 Desember 2008. Penampilan 50 lukisan dalam pameran tersebut sebagai karya yang patut dihargai masyarakat di Sulsel karena bernilai seni tinggi.

Pada pembukaan pameran tunggal Iwan yang bertajuk “Exspression of South Sulawesi” yang dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai elemen masyarakat dan pelukis di daerah itu, Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel menilai bahwa wajah Sulsel yang dituangkan dalam seni lukis yang cukup menarik itu menjadi sumber inspirasi bagi pemerintah dalam menata pembangunan di sektor terkait.

Menurut Syahrul, lukisan yang bernilai tinggi adalah sesuatu yang luar biasa yang harus dihargai. Guna mendorong pelukis-pelukis muda daerah tersebut untuk lebih mengapresiasi dan berakselerasi membuat lukisan alam, budaya tradisi inovatif yang dapat dijual ke mancanegara. Seni lukis yang dituangkan dalam coretan tangan di kanvas juga bermakna membangun ketahanan budaya dan bangsa. Sebagai tanda mencurahkan rasa kasih sayang dan kedamaian dalam suatu negara. 

Sedangkan pelukis JB. Iwan Sulistyo mengatakan, ekspresi Sulawesi Selatan “menatap alam, seni, dan budaya” melalui karyanya itu seiring langkah laju modernitas daerah ini ke depan.

Objek lukisan yang menjadi inspirasi bagi Iwan antara lain: wajah bangunan baru bandara Sultan Hasanuddin, gedung merah (merah putih) 63 di jalan Dr. Ratulangi yang sudah disulap menjadi ruko, bangunan tua Masjid Raya, Gereja Kathedral dalam purnama, interior Klenteng Xian Ma, benteng Fort Rotterdam, estetika sudut tua Makassar, pasar pisang, pinisi, hamparan sawah menguning, lumbung padi dalam rumah adat Tana Toraja, dan lukisan keindahan alam berbagai daerah kabupaten di Sulsel. (Seni Rupa Makasar

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.
Source https://www.mutualart.com https://www.mutualart.com/Artwork/Sekitar-Arta-Gading/B683FB127826E80D https://m2indonesia.com/tokoh/sastrawan/jb-iwan-sulistyo.htm
Comments
Loading...