Lukisan “Sembodro Larung” (Basoeki Abdullah)

Sembodro Larung - Basoeki Abdullah
0 4.835

Lukisan Sembodro Larung merupakan salah satu karya pelukis ternama Indonesia, Basuki Abdullah.

Sembodro Larung – Basoeki Abdullah
  • Pelukis : R. Basoeki Abdullah
  • Judul : “Sembodro Larung”
  • Tahun : 1967
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 204 cm x 313 cm

Deskripsi Lukisan Sembodro Larung

Lukisan ini merupakan lukisan realisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Lukisan ini menggambarkan tentang kisah pewayangan sembodro larung.

Dalam pewayangan, Sembodro Larung adalah putri Prabu Basudewa dengan Dewi Badrahini.

Ia merupakan putri raja kebanggaan Kerajaan Mandura. Sejak usianya mulai beranjak remaja, Dewi Subadra terus menjadi bahan pembicaraan para lelaki, khususnya para satria di jagad pewayangan Marcapada. Lelaki mana yang tak kan memuji kecantikan dan kelembutannya.

Banyak kesatria yang mencoba peruntungannya, ingin mempersunting Subadra. Tetapi takdir berpihak kepada Arjuna. Subadra memilih sang rupawan penengah Pandawa.

Karya ini termasuk dalam kategori Drama, Mitos & Spiritualitas.

Kategori ini ingin menggambarkan situasi pikiran Basoeki Abdullah yang penuh dengan sikap-sikap religious, serta spirit local dengan pembawaan yang romantis. Dalam kategori ini sejumlah tema dapat dimasukan, seperti cerita pewayangan (seperti Pergiwa-Pergiwati atau Gatot Kaca melawan Antasena), dunia religi (Jika Tuhan Murka), cerita rakyat (Joko Tarup), duni mitos (Nyi Roro Kidul) maupun hal-hal yang terkait dengan tema-tema yang bersifat naratif, seperti Korban Kelaparan di Padang Tandus dan karya Batu-Batu Bersejarah. Kategori ini menandai rangkaian pemikiran Basoeki Abdullah yang tak bisa lepas dari peran sosialnya sebagai anggota masyarakat.

Makna Lukisan

Secara umum lukisan-lukisan Basoeki Abdullah diyakini berpijak pada tradisi melukis Romantisisme dan Naturalime. Artinya, apa yang tergambarkan dalam kanvas selalu terlihat memanjakan mata dan memperlihatkan kemampuan mencerap keindahan secara fisik, member hasrat untuk “cuci mata” (voyeuristic).

Gagasan-gagasannya tidak memperlihatkan sis-sisi terdalam tentang suatu ide. Tanda atau eksekusi visual tampak lebih beraroma pada permukaan kanvas, bukan keindahan makna. Dengan demikian dapat ditenggarai bahwa Basoeki lebih pada pelukis yang mengatasnamakan keindahan visual, keindahan indra mata.

Bisa jadi semua ini disebabkan oleh kesadaran bahwa lukisan adalah ‘cermin kepatuhan diri’. Lukisan adalah wadah tentang manusia yang selalu cenderung ingin lahir kedua kali dengan kualitas yang lebih tinggi, lebih indah dan lebih baik. Ia memang tidak basa-basi terhadap semua objeknya. Basoeki sadar betul mengapa banyak orang yang ingin digambarnya. Mereka ada yang beranggapan dengan lukisan (dari tangan Basoeki Abdullah) diri sang objek bagai pindah ke dunia surgawi. Basoeki sendiri tentu sadar tentang lukisan-lukisannya. Basoeki menganggap bahwa ini lukisan, bukan potret.

Singkatnya, posisi lukisan dalam pikiran Basoeki adalah lebih tinggi (dibanding foto atau dunia realitas misalnya), serta memberi peluang munculnya dimensi non-real yang jauh dari realitas itu sendiri.

Dengan kata lain, keindahan lukisan-lukisan Basoeki adalah keindahan salon, keindahan yang direkayasa oleh pikiran dan imajinasi pelukis. Dalam konteks lain, lukisan Mooi Indië telah jauh dari akar yang sebelumnya menumbuhkan yaitu tradisi mendokumentasikan alam.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Sumber : https://www.kompasiana.com/hersantov/subadra-larung-cinta-mati-yang-tak-terbalaskan_54f3664f745513a02b6c749e

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/img/artworks/big/1351677495.jpg https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mba/2017/07/05/mengenal-karya-karya-basoeki-abdullah/
Comments
Loading...