Lukisan “Sketsa 20” Karya Batara Lubis

Sketsa 20 - Batara Lubis
0 5.375

Lukisan “Sketsa 20” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Batara Lubis.

Sketsa 20 – Batara Lubis
  • Pelukis : Batara Lubis
  • Judul : “Sketsa 20”
  • Tahun : 1954 – 1968
  • Media : Ink on Paper
  • Ukuran : 21 cm x 29 cm

Deskripsi Lukisan “Sketsa 20”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat tinta di atas kertas. Lukisan ini di buat saat Batara Lubis bergabung di dalam kelompok Pelukis Rakyat.

Selama ini karya-karya sketsa Batara Lubis tersimpan rapat, dirawat oleh istri dan anak-anaknya. Ini menjadi semacam “pemeraman” yang terbilang panjang.

Akibatnya nama besar Batara Lubis seperti “tenggelam” di lapisan bawah memori tentang seniman dari masyarakat pemerhati seni di Indonesia. Padahal karya-karya sketsanya sangat artistik, memiliki karakter dan menjadi catatan sejarah budaya Indonesia. Sebagai contoh, Batara Lubis menggambarkan figur-figur perempuan Jawa di Yogyakarta di pasar-pasar tradisional, di kampung halamannya pada tahun 1950-an sampai dengan 1970-an. Di mana di sana tergambarkan juga pakaian khas wanita Jawa masa itu.

Sketsa hitam-putihnya dibuat bersahaja. Kejujuran dan kebersahajaan adalah warna dan karakternya.

Karakteristik Karya

Batara Lubis lebur dengan objek yang dijadikan subjek lukisannya. Ia masuk ke dalamnya, berempati, dan menjadi gerak itu sendiri, menerobos celah bagi garisnya yang mendarat mantap. Dapat pula dikatakan bahwa perhatian dan energi Batara Lubis mengalur penuh ritme dan gerak garis. Ia berhasil menangkap esensi hubungan antara tubuh, lengkung, ekspresi kepenariannya dalam satu keseluruhan.

Lukisan-lukisan Batara Lubis umumnya menampilkan suasana desa dengan gerobak sapi dan kegiatan orang-orang di desa. Kesemuanya itu ia hadirkan dalam raut yang dipolakan menyerupai ragam hias. Pendekataan visualnya ini dapat dianggap sebagai upaya-upaya awal eksperimentasi corak dekoratif dalam seni lukis modern Indonesia.

Batara Lubis juga pernah menggambarkan sejumlah lansekap kota-kota di China. Pada sisi ini, sesungguhnya dapat dilihat bahwa dunia seni di Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam jaringan seni internasional. Batara Lubis sudah menginternasional. Barangkali, publikasi tentang hal ini memang relatif kurang. Selain itu, Batara Lubis yang pernah berguru pada Hendra Gunawan, Sudarso, Trubus (dengan catatan walau tidak sejalan), dan Affandi ini merupakan salah satu dari banyak seniman dan pelaku seni yang kena dampak secara langsung maupun tidak atas politik ideologi “Perang Dingin” yang terjadi dekade 1950-an dan 1960-an secara internasional. Bukan janya diri orang per orang yang kena akibat, melainkan pula keluarga dan anak keturunannya-terkena “abu ledakan vulkanik”, yaitu stigmatisasi sosial-politik.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/batara-lubis/page:1 https://www.tembi.net/2018/03/01/sketsa-penuh-energi-batara-lubis/
Comments
Loading...