Lukisan “Spring Season” (Sigit Pardiyanto)

Spring Season - Sigit Pardiyanto
0 3.733

Lukisan Spring Season merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Sigit Pardiyanto.

Spring Season – Sigit Pardiyanto
  • Pelukis : Sigit Pardiyanto
  • Judul : “Spring Season”
  • Tahun : –
  • Media : Mixed Media On Canvas and Other
  • Ukuran : 16.5 H x 11.7 W x 0 in

Deskripsi Lukisan Spring Season

Lukisan ini merupakan lukisan  fine art, konseptual dengan gaya illustration. Dengan teknik melukis menggunakan bahan campuran di atas kanvas dan lain-lain.

Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan imajinasinya tentang musim semi.

Makna Lukisan

Musim semi yang penuh keindahan dan kehangatan telah tiba dan alam kembali hijau di musim ini. Alam setelah satu fase membeku didekap musim dingin, kini berseri kembali bersama hadirnya musim semi dan menyaksikan berbagai perubahan dalam dirinya. Tumbuhan dan pepohonan yang gugur di musim dingin mulai menampakkan tunas baru dan mengawali hidup baru atas takdir Sang Penguasa. Angin semilir musim semi membawa pesan kedamaian, optimisme, kesegaran, dan semangat baru kepada seluruh penduduk bumi.

Alam kembali hijau dan segar bersama musim semi dan kicauan burung-burung menghembuskan nafas baru dalam diri manusia. Salju yang merangkul erat pengunungan sepanjang musim dingin juga mulai mencair dan rumput-rumput yang menempel di bebatuan kembali menunjukkan tunasnya. Semua fenomena menakjubkan ini mengajak manusia untuk berpikir dan merenung tentang kekuasaan dan keagungan Sang Pencipta. Setiap fenomena semesta dapat menjadi media pembelajaran dan petunjuk bagi umat manusia sehingga mereka juga terbangun dari tidur lelap sepanjang hidupnya.

Manusia adalah bunga rampai semesta dan perubahan merupakan sebuah keniscayaan untuk menuju kesempurnaan hidup. Oleh karena itu seiring datangnya musim semi, manusia juga harus menghimpun energi baru dan mengambil langkah-langkah positif dalam hidupnya. Musim semi adalah sebuah fase yang mengajak manusia untuk berpikir pada keindahan alam. Alam ciptaan merupakan sebuah kitab yang terbuka di mana bisa dibaca dengan semua bahasa dan berbicara dengan semua bahasa. Semua manusia bisa mengkaji kitab ini dan memahami isinya sesuai dengan kadar pengetahuan mereka.

Sejatinya empat musim yang dilalui alam menjadi dalih bahwa kehidupan bangkit dari kematian. Seperti musim semi yang datang setelah musim dingin yang beku. Ruh manusia yang letih juga mampu bangkit dan gembira. Ia menyadari bahwa musim semi juga menjadi kesempatan lain bagi kebangkitan manusia yang biasanya larut dalam kelalaian.

Kita harus menyadari bahwa Tuhan menyerahkan setiap perubahan di dunia kepada manusia dan seluruh perubahan terjadi dengan kehendak manusia. Manusia dalam kehidupan pribadi, sosial dan negaranya menginginkan perubahan, maka perubahan ini harus dimulai dari dirinya sendiri. Perubahan moral, menuju nilai-nilai kemanusiaan, penghambaan kepada Tuhan dan berserah diri terhadap kehendak pencipta alam semesta menjadi jaminan bagi kebahagiaan manusia.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/New-Media-spring-season/973599/4044096/view http://indonesian.irib.ir/ranah/kultur/item/60490-Keindahan_Musim_Semi,_Media_Kontemplasi
Comments
Loading...