Lukisan “Sri Sultan Hamengku Buwono “Hari Angkatan Perang”” (Henk Ngantung)

Sri Sultan Hamengku Buwono "Hari Angkatan Perang" - Henk Ngantung
0 3.505

Lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono “Hari Angkatan Perang” merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Henk Ngantung.

Sri Sultan Hamengku Buwono “Hari Angkatan Perang” – Henk Ngantung
  • Pelukis : Henk Ngantung
  • Judul : “Sri Sultan Hamengku Buwono “Hari Angkatan Perang””
  • Tahun : 1946
  • Media : Pencil On Paper
  • Ukuran : 31 cm x 19 cm

Deskripsi Lukisan Sri Sultan Hamengku Buwono “Hari Angkatan Perang”

Lukisan ini merupakan lukisan naturalism, realisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan pensil di atas kertas.

Lukisan ini menggambarkan tentang Sri Sultan Hamengku Buwono “Hari Angkatan Perang”

Beliau diangkat menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pertama oleh Presiden Soekarno tepat di Hari Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Jabatan itu diembannya hingga akhir hayat, yang dibantu Paku Alam IX selaku Pejabat Gubernur. Mulai 2 Oktober 1946 sampai 27 Juni 1947, Hamengkubuwono IX dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet Sjahrir III. Beliau diangkat lagi dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II pada 3 Juli 1947 – 11 November 1947, yang dilanjutkan hingga 28 Januari 1948.

Makna Lukisan

Henk Ngantung me­miliki keis­time­waan dalam memaksimalkan elemen ga­ris da­lam setiap karya seninya. Ga­ris hasil go­resannya seakan hidup, bahkan bisa me­man­car­kan satu kekuatan realita mur­ni. Tak heran belakangan ka­rya studi sketsanya ba­nyak mem­pengaruhi rancangan ar­si­tektur ter­masuk patung, di Ja­karta. Dia pernah men­jabat gubernur DKI periode 1964-1965, sebelumnya dipercaya se­bagai wakil guber­nur Dr. Su­marno pada tahun 1960.

Secara akademik dia belajar banyak melukis po­tret kepada Rudolf Wenghart (Austria) dan Sjafei Subardja (Pengajar Kesenian).

Sketsa Lukisan

Keinginan yang kuat terha­dap senirupa, Henk Ngan­tung memutuskan belajar secara se­ni lukis dia terlebih dahulu mem­buat studi berupa sketsa. Hasil rancangam garis yang dia susun dalam satu doku­men­tasi khusus dengan mene­rakan judul, tahun dan tempat membuat sketsanya. Sebaha­gian sketsa cat air hitam putih itu ada pula yang diberi bing­kai, dengan tujuan suatu saat akan dilukisnya dengan cat minyak.

Dalam soal merawat luki­san sketsa, Henk Ngantung sa­tu-satunya pelukis yang mengapit de­ngan karton tebal. Cara ini dipakai agar sket­sanya itu tetap rapi, datar dan bersih se­kaligus menjaga agar tidak rusak. Ka­rya sket­sanya pernah diulas da­lam buku “ Sketsa-sketsa Henk Ngantung dari Masa ke Masa” buah pena  Baharudin Marasutan. Karya lu­kisannya juga ada dalam buku Lukisan dan Patung Koleksi Bung Karno.

Sebagai orang yang dekat de­ngan Soe­karno yang men­cin­tai seni, dia didapuk untuk memperindah ibukota Jakarta. Keindahan yang kini tersisa da­ri karyanya ada berupa mo­­numen, taman dan patung yang sketsanya berawal dari­nya. Patung Pembebasan Iri­an Barat dan Selamat Datang (dulu bernama Bangsa Indonesia Menyambut Hari Depan­nya). Dia andil juga berperan da­­lam menata taman ibukota. Misalnya mengadakan pot bu­nga hias di sepanjang jalan Hus­ni Thamrin pada masa itu.

Makna Sejarah

Masing-masing lukisan memiliki makna sejarah berbeda-beda, dan menggambarkan suasana yang berkembang ketika lukisan itu dibuat.

Lukisan Henk yang dibuat di era penjajahan Jepang kala itu, menggambarkan kekuatan perjuangan yang begitu besar.

Tak hanya perjuangan ketika menghadapi penjajahan, melainkan juga bagaimana mempertahankan dan mengisi negara pasca-kemerdekaan itu.

Henk Ngantung lebih menganut aliran realis (sosialis) menurut Rosihan Anwar. Dimasa pendudukan Jepang, Henk Ngantung bersama seniman lain seperti Soedjojono, Soedjana Kerton, Affandi adalah seniman  yang karyanya punya watak demokrasi dan mengangkat penderitaan, kesengsaraan dan kemiskinan rakyat.

Henk adalah salah satu pelukis terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Deena Burton menyebutkan Henk Ngantung bersama Lee Manfong dan Basuki Abdullah merupakan tiga seniman Jakarta yang paling berpengaruh di dekade 50an. Henk telah membantu mewujudkan permintaan Sukarno untuk memperindah Jakarta dimasanya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/04/11/fakta-fakta-sri-sultan-hamengku-buwono-ix-sang-raja-jogja

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/img/artworks/big/1338183395.jpg https://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/12/12045595/Henk.Ngantung..Memotret.Sejarah.Dalam.Sketsa
Comments
Loading...