Lukisan “Steamboat Alamanda” Karya Wastuwidyawan Paramaputra

Steamboat Alamanda - Wastuwidyawan Paramaputra
0 5.728

Lukisan “Steamboat Alamanda” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Wastuwidyawan Paramaputra.

Steamboat Alamanda – Wastuwidyawan Paramaputra
  • Pelukis : Wastuwidyawan Paramaputra
  • Judul : “Steamboat Alamanda”
  • Tahun : 2010
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 160 cm x 200 cm

Deskripsi Lukisan “Steamboat Alamanda”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan potret seorang wanita berambut panjang mengenakan pakaian berwarna putih dengan asap rokok di mulutnya.

Lukisan-lukisan Wastu biasanya menangkap momen-momen terkecil yang paling alamiah sekaligus acak dari suatu kejadian, yang sering terlupakan atau luput dari perhatian. Ia membuat karya dengan pendalaman memori pada jiwa dan pengalamannya sendiri, sehingga terkadang lukisan-lukisannya tak jarang menggambarkan sebuah momen dimana kita sebagai penikmat seni pernah mengalami dan berada pada posisi objek yang dilukiskan.

Tema dan Objek Lukisan

Sejak 3 tahun terakhir, Wastu menggarap karya-karya dari pengalaman yang bersentuhan dengan subkultur anak muda, kita sebut saja subkultur ‘clubbing’, yakni aktivitas di ruang-ruang klub, rave party, dan diskotik.

Bagi Wastu, clubbing adalah fenomena sosial yang mewakili kekhasan gaya hidup masyarakat perkotaan. Karya-karya Wastu mengekspos estetika dunia malam dan leisure.

Dengan sosok-sosok manusia sebagai objek utamanya, Wastu mengolah interaksi orang-orang melalui gestur dan pose, kegiatan dalam suatu ruang, fesyen, serta benda-benda yang menjadi penanda identitas komunitas subkultur tersebut.

Karya-karya Wastu mewakili eksplorasi artistik yang paling mutakhir. Meskipun masih menampilkan citraan realistik, sekarang ini Wastu menggarap lukisan-lukisannya lewat gramatika visual tertentu.

Beberapa di antaranya tampil dengan format bidang kanvas yang tak simetris. Sudut pandang, fokus, dan cropping objek-objek penanda suatu narasi juga sengaja dihilangkan. Atau, jikapun masih ada, penanda itu disusun menjadi serba kabur, janggal, dan tak lengkap.

Kedekatan Wastu dengan budaya clubbing punya latar cerita yang panjang. Baginya, situasi clubbing, gaduhnya musik, kilat lampu sorot, asap rokok, bau minuman beralkohol dan percakapan orang-orang di ruang-ruang yang temaram, mengingatkannya pada sosok ibundanya yang meninggal dunia ketika Wastu berusia 11 tahun.

Selain menjadikan sebagai suatu proyek observasi sosial, Wastu menggarap lukisan-lukisannya dengan dorongan personal yang kuat. Ia menjadikan kekaryaannya sebagai medium untuk menggali memori-memori tentang sosok terdekat yang amat dia rindukan.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/wastuwidyawan-paramaputra https://m.bisnis.com/amp/read/20111019/230/50464/lukisan-rasa-kosmopolitan-a-la-wastu
Comments
Loading...