Lukisan “Superhero” Karya Haris Purnomo

Superhero - Haris Purnomo
0 2.357

Lukisan “Superhero” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Haris Purnomo.

Superhero – Haris Purnomo
  • Pelukis : Haris Purnomo
  • Judul : “Superhero”
  • Tahun : 2013
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 200 cm x 180 cm

Deskripsi Lukisan “Superhero”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya hyper realisme, fine art. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan wajah tersenyum penuh plester bertuliskan nama-nama pahlawan.

Haris mengajak pengamat dan masyarakat menginterpretasi wajah bertato anonim itu sebagai perlambang membagi luka-luka bangsa.

Haris menggunakan plester, kain kasa, dan tato sebagai simbol luka. Luka fisik, psikis, sekaligus ideologis. Luka-luka yang mengeluarkan darah dan nanah hingga luka-luka sejarah. Luka-luka di sekujur tubuh bangsa dipenuhi luka yang harus kita tanggung bersama.

Plester, kain kasa, dan tato menjadi pintu masuk untuk mengajak masyarakat berdialektika. Lukisan itu menggugah ingatan kolektif bangsa yang mulai lupa. Lupa terhadap para pembuat luka. Lupa kepada para korban yang terluka.

Dalam konteks lukisan Haris, naga selain digambarkan sebagai simbol kebaikan dalam mitos China, simbol sang penjaga dalam mitos Jawa, tapi juga bisa dipahami sebagai simbol penguasaan terhadap sesuatu.

Perjalanan Karier

Haris Purnomo adalah nama yang terus melejit melampaui nama-nama seniman di Indonesia maupun manca negara belakangan ini. Setelah memenangkan penghargaan seni The Schoeni Public Vote Prize, Sovereign Asian Art Award, Hongkong, tahun 2007, dunia seni rupa mulai meliriknya. Kemampuan teknisnya yang luar biasa di balik ide besarnya mengenai realitas dalam masyarakat mulai mengundang banyak pujian. Wajah-wajah bayi bertato yang senantiasa ditampilkan melalui kanvasnya rupanya menjadi kegemaran baru di pasar. Di balai-balai lelang Asia Tenggara, seperti Christie’s, namanya selalu ada, dan memiliki nilai jual yang cukup signifikan.

Karakteristik Karya

Haris Purnomo dikenal sebagai pelukis photorialism atau bisa disebut hiper realis. Sebenarnya aliran ini sudah muncul sejak tahun 1960-1970-an, di Amerika. Gerakan aliran photorealism ini merupakan evolusi dari gerakan pop art untuk mengcounter gerakan ekspresionisme dan abstrak. Tokoh-tokoh seperti Louis K. Meisel menawarkan gagasan ini tidak semata-mata meniru objek, tapi melawan dominasi photografi yang akan mengancam seni visual.

Photorealism tak akan bisa tanpa adanya gambar foto. Karena dalam sistem kerjanya, objek gambarnya merupakan reproduksi dari hasi fotografi yang diperbesar lewat slide, dan disorotkan pada bidang kanvas. Maka lukisan-lukisan fotorealism itu tangkapan sinarnya begitu rinci, serinci fotografi.

Karya-karya lukisan Haris Purnomo juga menghadirkan tangkapan pencahayaan yang rinci. Kita seperti melihat objek fotografi yang diperbesar sekian kali. Bahkan pembesaran itu menyebabkan detail objek semakin nyata. Namun itu semuanya memerlukan kemampuan dan ketelatenan yang tinggi.

Selain keahlian teknik, yang menonjol dalam setiap karyanya adalah keberhasilan Haris menghadirkan dua dimensi yang bertolak belakang. Yang pertama adalah dimensi keindahan dan kedua adalah dimensi kesakitan. Dua dimensi ini, menyatu menjadi medan makna yang multi tafsir.

Tema Lukisan Bayi

Ketertarikan Haris pada bayi atau anak-anak tidak datang secara instan. Sejak mahasiswa, ia sudah menggambar bayi-bayi di kanvasnya. Menurut Haris, ia melihat secara fisik, bayi itu lucu dan menggemaskan.

Perasaan itu kemudian tergali. Bayi kemudian menjadi sebuah ide. “Bagaimana hidup bayi ini ke depan?” Akhirnya muncul kekhawatiran Haris. Bagaimana masa depan bayi-bayi ini di tengah realita seperti sekarang ini. Itu yang kemudian terasa di setiap lukisan-lukisannya.

Banyak hal yang rupanya ingin disampaikan Haris melalui lukisan dengan tema “Bayi” itu. Pada prinsipnya Haris merasa jika koruptor silahkan ditangkap. Tapi baiknya, kita memelihara anak-anak supaya tidak mejadi koruptor.

Tato di Tubuh Bayi

Tato dalam tubuh bayi itu adalah sebuah metafora, menurut Haris ia terinspirasi  oleh tato dari wayang dan komik-komik yang dibacanya waktu kecil.

Haris menjelaskan apabila bayi yang berusia satu bulan di tato pasti akan terasa sakit, namun bayi-bayi tersebut tidak akan mengingat rasa sakit tersebut. Ia ingin menggambarkan sesuatu yang sakit tetapi dengan cara yang tidak menyakitkan.

Haris merasa ibu hamil memberi kehidupan untuk anaknya. Spirit keibuan itulah yang selalu membuat perempuan terlihat menarik di mata Haris.

Mungkin kecintaannya pada objek bayi membuat ia merasa sangat menyukai perempuan-perempuan yang sedang hamil.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com/ https://indoartnow.com/artists/haris-purnomo https://rustikaherlambang.com/2009/07/02/haris-purnomo/amp/
Comments
Loading...