Lukisan “The Art of Collecting” Karya Naufal Abshar

The Art of Collecting - Naufal Abshar
0 1.217

Lukisan “The Art of Collecting” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Naufal Abshar.

The Art of Collecting – Naufal Abshar
  • Pelukis : Naufal Abshar
  • Judul : “The Art of Collecting”
  • Tahun : 2013
  • Media : Mixed Media on Canvas
  • Ukuran : 210 x 175 cm

Deskripsi Lukisan “The Art of Collecting”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya pop art, fine art, dan kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media campuran di atas kanvas. 

Di setiap lukisan-lukisan yang diciptakan Naufal, objek yang dilukisnya kerap tersenyum lebar. Bahkan banyak di antaranya yang memperlihatkan gigi dengan tulisan “HAHA” di sekitar objek.

Karya “haha” ini terinspirasi dari laughter atau sebuah tawaan. Tertawa pada dasarnya adalah suatu ekspresi lucu ataupun bahagia, tetapi sebuah “haha” bisa memiliki arti yang luas. seperti menertawakan diri sendiri, sebuah ejekan, ataupun sindiran secara halus. Sehingga kata “haha” bisa saja mengandung arti yang negative, hanya saja tidak slap in the face.

Unsur komedi yang dimasukkan ke dalam karyanya adalah komedi yang diciptakan untuk mengomentari isu sosial yang sedang terjadi belakangan ini.

Bagi Naufal, dunia sudah kompleks dengan segala permasalahannya lalu mengapa harus membuat karya seni yang rumit. Menurutnya, kita itu butuh humor yang dibutuhkan manusia. Kita sudah stres bekerja, stres dengan macet, dan stres dengan masalah sendiri. Maka dari itu, ia ingin membuat karya yang apabila orang melihatnya akan merasa bahagia.

Perjalanan Karier

Naufal Abshar, Seniman muda Indonesia (lahir tahun 1993) mulai merintis kariernya sebagai pelukis muda Indonesia setelah lulus dari program Bachelor of Fine Arts di LASALLE College of the Arts. Sejak itu, lukisan Naufal telah dipamerkan di Indonesia, Singapura, Venesia, hingga Lithuania. Pada tahun 2013, Naufal memenangkan peringkat satu di kompetisi live painting Indonesian Arts Festival. Karyanya juga dipamerkan dalam solo exhibition yang berjudul “Is This Fate?” di galeri Art Porters, Singapura.

Karakteristik Karya

Naufal Abshar mencoba menerjemahkan humor ke dalam warna-warna dan gradasi ekspresi di karyanya, berbicara tentang humor dan tertawa. Efek ini muncul di diri manusia setelah melihat sesuatu yang lucu. Filsuf sekaligus biolog Inggris abad ke-20, Herbert Spencer, menjelaskan bahwa hal itu terjadi lantaran manusia melepaskan energi psikis karena mendapati sesuatu yang berbeda dari yang diduga atau diharapkan. Yang satu ini bersifat spontan. Lain lagi dengan tertawaan dalam teori humor George Eman Vaillant. Psikiatris sekaligus profesor di Harvard Medical School itu pada tahun 1977 menyebut jenis humor yang digunakan untuk membela diri, membuat suatu lelucon karena dirinya tidak paham dengan sesuatu yang dibicarakan.

Naufal berkata, bahwa tawa yang hadir dalam lukisannya mencerminkan tawa dalam sebuah pesta yang dihadiri sosialita, komunitas di mana Naufal seringkali menjadi bagian di dalamnya.

Konsep Lukisan

Kreativitas Naufal tidak berhenti pada tataran tema. Dia juga berkreasi pada ranah konsep karya. Naufal menyebut ada dua konsep karya yang diusungnya yaitu, puzzle painting dan sculpture painting.

Dengan puzzle painting, pendiri NA Arthouse ini membuat lukisan dengan panel-panel terpisah layaknya teka-teki. Melalui konsep itu, saat hendak mengganti tema lukisan dia cukup mengganti panel-panel lukisannya. Inspirasi puzzle painting ini didapatkan Naufal permainan lego.

Lewat sculpture painting, Naufal menciptakan lukisan manusia astronot dalam dua panel. Kedua panel itu menggambarkan bagian depan dan belakang figur tersebut.

Tujuan Naufal mengusung dua konsep itu agar para pencinta seni dapat menikmati karya yang berbeda dari biasanya. Umpamanya, pada lukisan sculpture, Naufal menaruh roda agar pada bagian bawahnya agar mudah digeser sehingga tidak merepotkan kolektornya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://indoartnow.com https://indoartnow.com/artists/naufal-abshar https://hot.detik.com/spotlight/3581973/naufal-abshar-si-pelukis-tawa
Comments
Loading...