Lukisan “The Frogmology” (Indra Setiyawan)

Frogmology - Indra Setiyawan
0 3.637

Lukisan The Frogmology merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Indra Setiyawan.

Frogmology – Indra Setiyawan
  • Pelukis : Indra Setiyawan
  • Judul : “Frogmology”
  • Tahun : 2007
  • Media : Acrylic On Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan Frogmology

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya surealisme Ekspresionis. Dalam lukisan ini, pelukis menggambarkan tentang filosofi kodok.

Makna Lukisan

Banyak sekali orang yang menganggap remeh hewan yang satu ini, bahkan banyak orang yang melihat kodok sebagai hewan yang menjijikan karena lendirnya.

Beberapa filosofi kodok yang bisa di terapkan dalam hidup kita.

1. Kodok adalah hewan yang bisa hidup di dua alam, sayangnya belum ditemukan kodok terbang dan kodok yang bisa melihat hantu. Jadi, kita juga harus bisa seperti kodok. Yaitu hidup di alam yang berbeda tapi tetap menjadi orang yang sama. Tidak mungkin seekor kodok yang masuk ke air menjadi ikan mas.

2. Kodok adalah hewan yang kecil bahkan disepelekan. Tapi, tanpa kodok mungkin ada lebih banyak serangga di dunia ini. Selain itu, populasi ular mungkin akan lebih sedikit. Jadi, kita harus bisa menjadi orang kecil yang memberi dampak besar. Dari pada menaadi seperti para pejabat besar, tapi memberi dampak kecil bahkan tidak ada.

3. Kodok melakukan metamorfosis sempurna. Sejak dari telur hingga dewasa bentuknya selalu berubah, dari kecebong yang hitam dan kecil hingga menjadi kodok. Jadi, kita harus bisa menjalani hidup ini selalu ke arah yang lebih baik. Misalnya hari ini kita membuat seseorang menangis, maka besok kita harus meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi.

4. Kodok adalah hewan yang setengah beracun setengah enak. Beberapa kodok sangat beracun, beberapa lagi sangat enak untuk dimakan. Jadi, kita harus bisa menjadi seperti kodok. Di sisi lain kita harus bisa membela diri, di lain sisi kita harus bisa bersikap lembut dan baik.

5. Kodok bisa melompat, berjalan dan berenang. Belum ada kodok yang bisa terbang. Jadi, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan suasana dan keadaan. Jangan berlari ketika ada di air dan jangan berenang ketika ada di jalan raya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source Saatchiart.com https://www.saatchiart.com/art/-the-frogmology/40658/1112741/view http://adi-kopral.blogspot.com/2011/06/filosolfi-kodok.html?m=1
Comments
Loading...