Warning: unlink(/tmp/fa1af991f54a0c3995e92ca7ef317fde-rlpyFd.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/lukisanku.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 158

Lukisan “The Power of Darkness” Karya Arie Dyanto

The Power of Darkness - Arie Dyanto
0 4.475

Lukisan “The Power of Darkness” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Arie Dyanto.

The Power of Darkness – Arie Dyanto
  • Pelukis : Arie Dyanto
  • Judul : “The Power of Darkness”
  • Tahun : 1994 – 2009
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : –

Deskripsi Lukisan “The Power of Darkness”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya pop-art, kontemporer. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik di atas kanvas.

Kita dengan jelas bisa kenali potret Ari di hampir seluruh karyanya, dengan gestur yang bergaya hip-hop. Mengenakan t-shirt, yang kadang berlapis sweater bertudung, kepalanya bertopi baseball, bersepeda. Ia berpose seperti imej orang-orang dalam budaya hip-hop di New York atau L.A. Dengan coreng-moreng grafiti menghiasi tembok, dengan cat-spray khusus untuk para seniman grafiti berdampingan dengan lelehan–lelehan cat (driping). Ditambah dengan tulisan-tulisan artistik yang bermakna walaupun hampir tak terbaca namun menarik untuk dipandang, seperti sebuah “kaligrafi jalanan”.

Latar Belakang

Publik seni rupa di Indonesia telah mengenal Arie Dyanto sebagai seniman yang aktif sejak akhir 1990-an, termasuk keterlibatannya dalam kelompok Apotek Komik. Idiom yang digunakan Arie memang cukup luas. Tak hanya di atas kanvas atau kertas, tapi juga dengan mural, neonbox, piringan hitam, t-shirt,  bahkan juga membuat modifikasi sepeda. Dwi Marianto, seorang penulis seni rupa, pernah mengemukakan bahwa seniman muda pada dekade 1990-an lebih bebas, lebih sopan, lebih asertif dalam mengungkapkan persepsi atau komentar mereka masing-masing tentang kehidupan dan lingkungan mereka.

Konsep Karya

Karya–karya Arie Dyanto merepresentasikan suatu kecenderungan terkini dalam perkembangan praktik seni rupa kontemporer di Indonesia. Menggambarkan bagaimana para perupa mengartikulasi diri dalam konteks seni jalanan (street art), sub-kultur, gaya hidup anak muda yang campur aduk, diracik ke atas sebuah kanvas. Grafiti, komik, kartun, ilustrasi, mural, dan grafis stensil menyatu dalam penataan yang disusun sedemikian rupa, menjadi sebuah lukisan yang terelaborasi dalam makna dan kaya dengan penjelajahan artistik.

Hal inilah yang memicu berbagai kecenderungan baru dalam dunia seni rupa yang lekat dengan persoalan kreatifitas serta selalu ingin menghadirkan sesuatu yang baru. Para perupa atau seniman selalu ingin menciptakan karya-karya baru dengan sikap menjelajah, eksperimental, dan kritis dipengaruhi berbagai pemikiran maupun perkembangan teknologi baru.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://archive.ivaa-online.org/ http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/arie-dyanto-1/page:2 http://www.galerisemarang.com/exdetails.php?ex=100
Comments
Loading...