Lukisan “Trip to Sha Leng” (Lee Man Fong)

Trip to Sha Leng - Lee Man Fong
0 3.608

Lukisan Trip to Sha Leng merupakan salah satu tema karya perupa seni lukis Indonesia, Lee Man Fong.

Trip to Sha Leng – Lee Man Fong
  • Pelukis : Lee Man Fong
  • Judul : “Trip to Sha Leng”
  • Tahun : 1957
  • Media : Oil on Board
  • Ukuran : 61 cm x 90 cm

Deskripsi Lukisan Trip to Sha Leng

Lukisan ini merupakan lukisan realisme, naturalisme dengan gaya mooi indie. Dengan teknik melukis menggunakan cat minyak di atas board.

Lukisan ini menggambarkan perjalanan ke Sha Leng dengan latar pegunungan hijau yang terlihat sangat natural.

Makna Lukisan

Lee Man Fong tergolong pelukis maestro sekelas Affandi. Lukisan Lee Man Fong sangat disukai Soekarno karena dipandang seperti ventilasi di tengah sibuknya revolusi.

Lukisan-lukisan Lee Man Fong bersifat orisinil, dengan figur-figur realistik dan penerapan warna yang matang. Dia menggabungkan antara gaya lukis Barat dan gaya Chinese art. Karya Man Fong memberi warna baru bagi dunia seni lukis Indonesia saat ini.

Lukisan Lee Man-Fong yang realistik bukan salinan realitas yang mencari kebenaran. Lee Man-Fong sendiri menyatakan bahwa lukisan realistiknya adalah hasil transformasi observasi realitas yang sangat mendalam. Observasi ini memerlukan penghayatan dan kejujuran. Tentang teknik melukis yang disebutnya ‘rendering’, ia menyatakan teknik ini harus mencapai tingkat kemampuan yang sophesticated untuk bisa merekam hasil observasi realitas.

Seperti terbaca dari judulnya, Man Fong memang senang mengangkat tema-tema sederhana, dari binatang hingga pemandangan alam. Dalam hal pencapaian artistik, karya-karyanya disetarakan dengan karya maestro lukis seperti Affandi, Hendra Gunawan, dan Sudjojono.

Pada 1961, atas anjuran pelukis Dullah, Sukarno mengangkat Man Fong menjadi pelukis istana sekaligus memberinya kewarganegaraan Indonesia. Man Fong menunjuk kawannya, Lim Wasim, sebagai asistennya.

Selain melukis, Man Fong menguratori benda-benda seni koleksi Soekarno. Meski berat menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang terjadwal dan urusan protokoler, Man Fong menjalaninya dengan baik. Pada 1964, Man Fong ditunjuk Presiden Sukarno untuk membuat koleksi karya seni Presiden Sukarno. Terbitlah “Lukisan-lukisan dan Parung dari Koleksi Presiden Sukarno dari Republik Indonesia” dalam lima jilid.

Kumpulan lukisannya diterbitkan dalam buku Lee Man Fong: Oil Paintings, dua jilid, oleh Art Retreat Museum pada 2005. Buku ini ditulis kritikus seni Indonesia Agus Dermawan T. Kedua buku itu memuat 471 lukisan pilihan Man Fong milik para kolektor dari seluruh dunia.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source http://lelang-lukisanmaestro.blogspot.co.id/ https://1.bp.blogspot.com/-cQQrwiCHO-Y/V5Tb0fUmHbI/AAAAAAAAexU/VxwYj6NPEYYNcbmwgO0cH6Ym4xDmA3RlgCLcB/s1600/Trip%2Bto%2BSha%2BLeng%2Bby%2BLee%2Bman%2Bfong%252C%2B61x90cm%252C%2Boil%2Bon%2Bboard%252C1957.jpg https://www.google.com/search?q=aliran+lee+man+fong&source=android-browser&prmd=inmv&ei=W3OuWuSSEMeFvQTMwKLIAw&start=10&sa=N&biw=320&bih=453
Comments
Loading...