Lukisan “Tropical Art Area” Karya Oktaravianus Bakara

Tropical Art Area - Oktaravianus Bakara
0 1.265

Lukisan “Tropical Art Area” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Oktaravianus Bakara.

Tropical Art Area – Oktaravianus Bakara
  • Pelukis :Oktaravianus Bakara
  • Judul : “Tropical Art Area”
  • Tahun : –
  • Media : Acrylic on Canvas
  • Ukuran : 39 H x 39 W x 1.7 in

Deskripsi Lukisan “Tropical Art Area”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya kontemporer, abstrak. Dengan teknik melukis menggunakan media cat akrilik  di atas kanvas. 

Dalam setiap karyanya, pelukis terinspirasi oleh sosok Vincent van gogh yang selalu setia pada cita-cita kejujuran dalam mempertahankan kedewasaan artistiknya di tengah godaan masa depan.

Gaya Lukisan

Sebenarnya cukup beragam gaya dan tema yang telah digeluti Okta. Semuanya tiada ketetapan, semuanya selalu bersifat eksperimentatif mencoba-mencoba walau beberapa yang mungkin tiada berkelanjutan. Katakanlah hanya dua atau tiga kekaryaan yang bergaya seperti itu hingga selanjutnya akan bergaya-gaya yang lain sesuka konteks waktu saat itu yang tentu di kepala Stevan tetap saja menjadi tanda tanya “beginikah aku” saat ini (secara psikis)? Di sinilah wagu-wagu itu terlahir sebagai kekaryaan yang tidak meragukan secara wujud.

Tema Lukisan

Oktara, seorang perupa atau seniman tentu bukan hanya membuat sekedar rupa-rupa, sekedar karya, juga bukan saja cuma guratan dan penyusunan warna belaka, tetapi lebih jauh yaitu mencipta bahasa visual, berupa aktivitas dua arah; dialog timbal balik antara pola pikir dan pola di dalam kehidupan senimannya.

Begitulah Okta menemukan pola pikir “baru” dalam karyanya, dari apa yang akan terlukis berangkat dari ide pikiran, imajinasi, mimpi, naluri, nurani, dan pemahaman pengalaman secara personal. Jadi keontetikan akan terlihat dalam laku eksistensialnya berupa lelaku yang selalu berkehendak untuk berubah yang sejalan dengan apa yang telah ditemukannya.

Teknik Lukisan

Dalam karya-karyanya, Okta memiliki karakter stroke sapuan dari keberangkatan inspirasinya sehingga proses berkreasinya juga memiliki nuansa yang unik.

Okta memilih minyak medium, akrilik, tinta permanen, enamel adalah konsep yang memadukan penggabungan media untuk menggabungkan secara alami sesuai dengan filosofi alam yang ia angkat dalam seni.

Proses Dalam Berkarya

Okta tidak benar-benar mengikuti perintah “kebutuhan”nya kecuali keinginan-keinginan yang mungkin pada keterbatasan di rentang waktu yang amat pendek.

Artinya gaya pengungkapannya akan berputar-putar untuk sekedar memenuhi bidang gambar yang sebenarnya cara yang disampaikan adalah hanya untuk menggunakan cara “yang ini” atau dengan cara “yang itu” yang tentu adalah bukan benar-benar sebagai konflik yang harus dipecahkan.

Begitu instinktif, karena sebenarnya Okta belum benar-benar mewujudkan interaksi-interaksi itu untuk bisa berjarak hingga menumbuhkan keotentikan keunikannya.

Karya Okta mengalir begitu saja menuruti kata hatinya, begitu mengalir walau mungkin ia tidak pernah sadar bahwa aliran itu sebenarnya adalah aliran yang sama, yaitu apapun yang tertoreh adalah begitu saja.

Okta berharap para pecinta seni yang melihat karya ini, bisa terinspirasi semangat dalam mencapai impian yang bukan merupakan tujuan utama, namun yang terpenting adalah prosesnya.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://www.saatchiart.com/account/artworks/589683 https://www.saatchiart.com/account/artworks/589683 http://museumdantanahliat.com/past-events/view/tiada-jalan-tengah-pameran-tunggal-oktaravianus-bakara-stevan-sixcio-kresonia/
Comments
Loading...