Lukisan “Turn Away for a While” Karya Sabar Subadri

Turn Away for a While - Sabar Subadri
0 1.284

Lukisan “Turn Away for a While” merupakan salah satu karya perupa seni lukis Indonesia, Sabar Subadri.

Turn Away for a While – Sabar Subadri
  • Pelukis : Sabar Subadri
  • Judul : “Turn Away for a While”
  • Tahun : 2000
  • Media : Oil on Canvas
  • Ukuran : 30×40 cm

Deskripsi Lukisan “Turn Away for a While”

Lukisan ini merupakan lukisan dengan gaya realisme, naturalisme. Dengan teknik melukis menggunakan media cat minyak di atas kanvas. Dalam lukisan ini pelukis menggambarkan seekor burung yang sedang bertengger di dahan pohon dan memalingkan kepalanya dengan latar lukisan ruang kosong yang terbentuk dari campuran warna-warna cerah.

Bagi sosok Sabar, kesulitan melukis secara teknis tidak begitu ia rasakan. Hanya saja terkadang masalah ide yang sulit didapat. Ia tidak ingin asal-asalan melukis untuk mendapatkan uang, tapi ingin menunjukkan pesan atau makna yang terkandung di dalam lukisannya. Karena menurutnya di Indonesia sekarang ini banyak seniman yang terlalu money oriented sehingga mengesampingkan sisi kualitas karya seni itu sendiri.

Tema Lukisan

Sabar banyak menghasilkan lukisan naturalis, sebagian besar tentang alam dan manusia, seperti dua lukisan yang paling disukainya, “Longing for My Wood” dan “Thanking for Life”. Lukisan pertama berupa beberapa pohon besar dengan guratan sinar mentari, dan yang kedua menggambarkan dua perempuan tua menggendong barang dengan cahaya mentari keperakan.

Ide lukisan kadang dia dapatkan dari buku, interaksi langsung dengan alam, atau hasil berselancar di dunia maya. Gambaran pohon dalam lukisan “Longing for My Wood”, misalnya, merupakan paduan antara pohon beringin yang ditemuinya di salah satu sudut Kota Salatiga dan gambar pohon yang diunduhnya dari dunia maya.

Motivasi hidup

Sabar adalah sosok inspiratif, ia mengalami cacat fisik sejak lahir. Namun, keterbatasan fisik itu tidak menjadikan penghalang untuk berkarya dalam dunia seni, khususnya seni lukis. Semangat dan jiwa seni yang dimilikinya mampu mengantarkan dirinya menjadi seniman besar. 

Perjalanan hidup dan lukisan, bagi Sabar, memiliki benang merah filosofi serupa. Dalam menjalani hidup, yang terpenting bagi dia adalah prosesnya. Ia mengaku nyaris tidak menemui kendala berarti.

Karena itu pula, Sabar menyisihkan waktunya untuk berbagi pengalaman dan memberi motivasi kepada orang lain. Ia sering berdemo melukis dan bertutur soal kisah hidupnya di hadapan anak-anak sampai orang dewasa.

Dalam perjalanan hidup dan berkarya, Sabar masih memiliki beberapa harapan. Dia ingin suatu ketika bisa menggelar pameran tunggal serta mencoba tantangan membuat lukisan dengan dimensi besar, berketinggian sekitar dua meter.

Saung Kelir

Tak ingin keindahan dunia yang dimiliki dirinya dirasakan sendiri, sejak 2016 dirinya membangun sebuah galeri karya-karyanya, bernama Saung Kelir. Melalui galeri ini, dirinya ingin membagi pengetahuannya melukis kepada generasi penerus. Tak hanya itu, berbagai fasilitas lengkap, seperti perpustakaan, galeri, bioskop mini, dan art space ia buka untuk umum. Tak jarang penduduk sekitar, menggunakan Saung Kelir sebagai tempat berkumpul dan berkesenian.

Semoga bermanfaat bagi Anda para pecinta seni lukis Indonesia.

Source https://sabarsubadri.com https://sabarsubadri.com/karya_lukis/animal/berpaling-sejenak-2000/ http://www.beritasatu.com/gaya-hidup/466459-sabar-subadri-pelukis-tanpa-tangan.html
Comments
Loading...